Setelah Tahu Ayat Ini, Orang Terkaya di Madinah Langsung Infaqkan Kebun Kesayangannya

Mari belajar dari sahabat dalam mempraktekkan seluruh ayat yang diturunkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an al-Adhim. Mereka mendengar, lalu taat. Mereka tahu, lalu memahami, dan mengerjakan. Bahkan jarak antara tahu dan amal, jedanya amat singkat.

- Advertisement -

Berikut kisah sahabat yang merupakan orang terkaya di Madinah. Beliau langsung menyerahkan kebunnya di jalan Allah Ta’ala sesaat setelah mengetahui ayat tentang keutamaan infaq. Ayat apakah yang dimaksud? Siapakah sosok inspiratif ini?

Kekayaan yang paling dicintai oleh sahabat ini adalah sebuah kebun berjuluk Bairuha’. Posisi kebun tersebut berhadapan dengan masjid. Maka setelah mendengar ayat tentang infaq, ia bergegas mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

“Ya Rasulullah,” lanjutnya menyampaikan, “kuserahkan harta yang paling kucintai ini untuk dimanfaatkan sebagaimana petunjuk yang Allah Ta’ala sampaikan kepadamu.”

“Bagus,” jawab Nabi yang diulang dua kali. Lalu, lanjut beliau dua kali pula, “Yang demikian itulah harta yang menguntungkan, harta yang menguntungkan.”

Namun, sabda Nabi setelahnya, “Aku berpendapat, hendaklah tanah ini kaumanfaatkan untuk keluarga dan kerabatmu.”

“Aku akan laksanakan, ya Rasulullah,” sahut sahabat nan mulia akhlaknya ini. Kemudian, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah, “(Sahabat itu pun) membaginya kepada sanak kerabatnya dan putri-putri pamannya.”

- Advertisement -

Semoga Allah Ta’ala merahmati dan melimpahkan keberkahan kepada sosok ini. Semoga Allah Ta’ala berikan kekuatan kepada kita untuk meneladaninya. Ialah sosok yang tak banyak tanya, namun amat gigih dalam mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan sunnah Nabi-Nya.

Beliau yang kisahnya diabadikan dan senantiasa disebut namanya saat kisah ini dibincangkan, adalah sosok tangguh bernama Abu Thalhah yang terletak gelar ‘al-Anshari’ di belakang namanya.

Sedangkan ayat yang menjadi inspirasi dalam amalnya adalah surat Ali ‘Imran [3] ayat 92:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

- Advertisement -

Waki’ meriwayatkan dari ‘Amr bin Maimun, bahwa al-Birr (kebaikan) dalam ayat ini bermakna surga. Artinya, “Tidak akan dapat masuk ke surga, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...