Setan Pun Berlari Sambil Kentut

0

Mengajak umat manusia untuk menyembah Allah Ta’ala untuk mendirikan shalat dan berbagai jenis ibadah lainnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesungguhan, strategi, dan waktu yang amat lama. Apalagi, mereka yang dijadikan sebagai objek dakwah itu, tidak tinggal diam. Bahkan, beberapa di antara mereka melancarkan serangan kepada para dai yang menyeru kepada tauhid.

Mereka yang menantang seruan dakwah telah dikabarkan jauh-jauh di dalam al-Qur’an. Mereka berasal dari kalangan Ahli Kitab, kaum kafir, dan munafik. Mereka tidak hanya menentang dakwah dengan perbuatan, tetapi juga melancarkan propaganda melalui pelecehan dan ejekan yang bisa membuat ciut nyali para dai.

Mereka inilah para pengikut setan. Merekalah yang menjadikan seruan kebaikan berupa mendirikan shalat sebagai bahan ejekan dan permainan. Konyolnya, mereka melakukan itu sebab ketidaktahuannya. Mereka mengerjakan perbuatan tercela ini sebagai bukti kedunguan yang dibungkus dengan sampul kesombongan.

Rupanya, para pengikut setan ini mengikuti sosok yang diikutinya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Imam al-Bukhari dan Muslim, “Jika mendengar adzan, setan berlari sambil kentut agar tidak mendengar seruan adzan tersebut.”

Jika yang diikuti lari sambil kentut, maka yang mengikuti mereka dari kalangan manusia berlari dengan berpaling sembari melontarkan pelecehan, cacian, hinaan, dan ungkapan keburukan sejenisnya.

“Jika adzan telah usai,” lanjut Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam, “para setan itu kembali untuk menggoda orang yang mendirikan shalat.” Mereka datang untuk mengganggu yang tengah berdiri mendirikan shalat sunnah. Sebab, saat iqamah dikumandangkan, “Setan kembali berlari.”

Para setan itu, kembali mendatangi untuk menggoda kaum Muslimin yang sedang mendirikan shalat jamaah. Mereka membisikkan ke dalam hati kaum Muslimin, “Ingatlah ini, ingatlah itu.” Bisikan-bisikan inilah yang membuat shalat seseorang rusak, baik karena melupakan jumlah rakaat maupun bentuk kelupaan lainnya. Termasuk tidak fokus dan memikirkan banyak hal di luar shalat.

Maka, sebagai salah satu syariat yang diperintahkan oleh Rasulullah, jika seseorang benar-benar lupa sebab tergoda oleh bisikan setan, “Hendaklah ia melakukan sujud syahwi dua kali sebelum mengucapkan salam.”

Hadits inilah yang digunakan oleh Imam Ibnu Katsir saat menjelaskan firman Allah Ta’ala, “Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal.” (Qs. al-Maidah [5]: 58) [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDitunjukkan Kepalsuan Bibel, Janda Murtad Kembali Masuk Islam
Berita berikutnyaAzab Bagi Orang Nashrani yang Menghina Adzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.