Sepuluh Ribu Dirham Mahar Gratis dari Sang Khalifah

ilustrasi @google.plus
ilustrasi @google.plus

- Advertisement -

Kita amat merindukan sosok pemimpin yang memahami rakyatnya. Pemimpin yang benar-benar dekat, merakyat dan sederhana. Bukan sekedar citra, apalagi polesan media belaka. Dalam kecemerlangan Islam, sosok pemimpin idaman benar adanya. Bukan sekedar dongeng atau buatan media belaka.

Masih lekat dalam ingtan kita akan sosok Umar bin Khaththab yang memanggul gandum dan diberikan kepada rakyatnya secara langsung, hingga dimasakkan. Kisah inspeksi yang selalu beliau lakukan sepanjang malam juga tak akan luput dari ingatan sejarah. Hingga kala itu, ada salah satu wanita jujur yang takut kepada Allah Swt dan akhirnya diambil mantu oleh sang Umar.

Selain Umar bin Khaththab, ada banyak kisah lain tentang khalifah yang besar kepeduliannya kepada rakyatnya. Bahkan, khalifah ini dengan seketika memerintahkan salah satu rakyantnya untuk menikahkan anaknya dengan seorang pemuda sembari memberinya modal untuk mahar dan biaya lainnya.

Hari itu, dalam perjalanan menuju Makkah untuk berhaji, Khalifah al-Mahdi berhenti di suatu tempat untuk beristirahat. Tak lama kemudian, terdengarlah teriakan seorang pemuda, tak jauh dari lokasi rehatnya itu. Teriak pemuda itu, “Aku jath cinta!” Demi memastikan apa yang terjadi pada sang pemuda, Khalifah pun memerintahkan salah satu angggota rombongan untuk mencari sumber suara dan membawanya menghadap.

“Apa masalahmu?” tanya sang Khalifah setelah pemuda itu menghadap. Dengan malu seraya berurai air mata, sang pemuda mengadu, “Aku jatuh cinta kepada anak pamanku,” ujarnya kemudian, “Tapi, pamanku tak memberi persetujuan.” Sembari menghela nafas, ia melanjutkan beberapa saat kemudian, “Alasannya, aku bukan orang Arab.” Adalah aib bagi orangtua yang menikahkan putrinya dengan orang non Arab.

Sang Khalifah yang memahami perasaan pemuda, segera meminta tolong kepada beberapa anggota rombongan untuk mencari paman dari pemuda tersebut. Setelah ketemu, ia pun dihadapkan kepada sang Khalifah. “Kau tidak melihat putri-putri Bani Abbasiyah?” tanya retoris sang Khalifah. Sebelum dijawab, beliau melanjutkan, “Ibu-ibu mereka juga banyak yang bukan berasal dari orang Arab.” Ketika sang paman masih menunduk, takut dan tak kuasa menjawab, Khalifah melanjutkan kalimatnya, “Apakah mereka salah karena tidak berasal dari orang Arab?” Yang ditanya hanya diam.

- Advertisement -

“Nikahkan lelaki itu dengan putrimu,” perintah Khalifah. Yang diperintah sama sekali tak punya kuasa ataupun mampu untuk menolaknya. Seraya menyerahkan bungkusan berisi uang, sang Khalifah menjelaskan, “Ini uang sejumlah 20 ribu dirham. 10 ribu dirham untuk aib, 10 ribu dirham sebagai mahar dari pemuda itu untuk anakmu.”

Bagi kita yang memiliki kuasa dan harta, amat layak untuk membantu mereka yang terhalang niatnya untuk menyempurnakan cinta sucinya. Sebab, tatkala niat suci untuk menjaga diri dari dosa terhalangi, yang terjadi justru fitnah besar dan kerusakan dalam masyarakat itu sendiri. Apalagi ketika penolakan hanya berdasarkan penilaian fisik, kekayaan maupun kesukuan.

Cukuplah patah hati itu dialami oleh Qais kepada Laila, Zainuddin kepada Nur Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck atau Syamsul Bahri dan Siti Nur Bayah. Jangan ada lagi, sebab sakitnya amat menyayat hati; bagi pelaku dan siapa pun yang membaca kisahnya.[Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...