Rasulullah Pun Tidak Memiliki Wewenang Menolong Orang Ini

Mari meneliti setiap harta yang masuk ke dalam rekening atau pun kepemilikan kita. Apalagi jika kita diamanahi sebagai bendahara atau pejabat publik yang menangani hajat hidup orang banyak. Sebab, satu rupiah yang tidak halal akan menjadi masalah yang ganjarannya amat menyakitkan di akhirat kelak.

- Advertisement -

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah berdiri di tengah-tengah sahabat untuk menyampaikan wasiat yang amat penting. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal ini, beliau mengatakan berulang kali, “Aku tidak mempunyai wewenang sedikit pun untuk menolongmu.”

Siapakah sosok yang Rasul pun tidak memiliki wewenang untuk menolongnya? Apakah kejahatan yang ia lakukan?

Pertama kali, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa kelak di Hari Pembalasan akan datang salah satu umat beliau yang memanggul unta di pundaknya. Orang ini berkata, “Ya Rasulullah, tolonglah aku.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun sampaikan jawaban, “Tidak, aku tidak memiliki sedikit pun wewenang dari Allah Ta’ala untuk menolongmu.” Pasalnya, lanjut Nabi, “Dulu, aku telah menyampaikan risalah kepadamu.”

Setelah itu, datanglah orang lain yang memanggul kuda di pundaknya. Diiringi ringkikan kuda tersebut, ia berkata, “Ya Rasulullah, tolonglah aku.”

“Aku tidak mempunyai sedikit pun wewenang dari Allah Ta’ala untuk menolongmu.” Jelas Nabi sampaikan alasan, “Sebab, aku pernah menyampaikan risalah (terkait hal ini) kepadamu.”

- Advertisement -

Ketika sosok yang datang ketiga kalinya adalah seseorang yang memanggul kambing mengembik di pundaknya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun menyampaikan jawaban yang sama persis dengan dua jawaban sebelumnya.

Terakhir, saat yang datang meminta tolong adalah seseorang yang membawa emas dan perak di pundaknya, rupanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun menyampaikan jawaban serupa, “Aku tidak memiliki sedikit pun wewenang untuk menolongmu.”

Sahabat, orang yang memanggul unta, kuda, kambing dan emas serta perak tersebut adalah koruptor. Mereka datang membawa apa yang diambil olehnya ketika di dunia, sementara yang diambil itu bukanlah haknya.

Maka bisa jadi, kelak di Hari Kiamat, akan lebih banyak sosok yang datang meminta tolong kepada Nabi dengan memanggul aspal, gedung, batangan besi, alat berat, dan barang apa pun yang dikorupsi oleh seseorang. Na’udzubillahi min dzalik. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.