Orang yang Menang Bergulat dengan Setan

Setan adalah musuh utama umat manusia. Bermula dari kesombongan, setan menolak perintah Allah Ta’ala untuk melakukan sujud penghormatan kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam. Lantaran itu, setan menjadi terusir dan vonis neraka jatuh padanya.

- Advertisement -

Lepas itu, ia pun diberikan kewenangan untuk mengganggu manusia seraya menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat. Hingga, setan memiliki banyak pengikut yang kelak menamaninya di neraka.

Di antara manusia itu, ada yang menjadi pengikut setan. Bahkan, dalam tahap tertentu, ketika manusia amat biasa berada dalam maksiat dan dosa, ia bisa berbalik menjadi sosok yang diikuti setan. Dan, inilah seburuk-buruknya manusia.

Meski demikian, ada orang-orang yang dilindungi oleh Allah Ta’ala dari dahsyatnya godaan setan. Mereka dilindungi sebab menjaga diri dan-tentunya-karena Kehendak Allah Ta’ala. Bahkan, ada di antara mereka ada yang dipilih agar bisa mengalahkan setan laknatullah.

Di dalam ‘Uddatush Shabirin, Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah menuturkan sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu.

“Seorang manusia bertemu dengan jin,” ungkap Abdullah bin Mas’ud, “kemudian jin tersebut menantangnya bergulat.” Rupanya, “Sang manusia pun mengalahkannya.”

Lanjut Abdullah bin Mas’ud, “Manusia itu pun bertanya, ‘Mengapa kau begitu lemah?’”

- Advertisement -

Siapakah gerangan manusia ini? Betapa bahagianya ia? Hingga jin pun takluk kepadanya.

Kepadanya, jin itu berkata, “Aku pun tak habis pikir.” Lanjutnya mengungkapkan, “Padahal aku sangat kuat di kalangan para jin.”

Para sahabat yang hadir pun bertanya, “Apakah orang itu Umar bin Khaththab?”

Jawab Abdulullah bin Mas’ud sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dalam kitab Fadha’il al-Qur’an, “Siapa lagi menurut kalian jika bukan Umar bin Khaththab?”

Itulah Umar bin Khaththab. Sosok pemberani yang dengan tegas membedakan antara iman, kafir dan munafik. Ialah sosok yang terpilih, yang dengannya kaum muslimin semakin kuat.

- Advertisement -

Menjelaskan riwayat ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Ialah orang yang bertarung melawan musuh yang lemah dan menaklukkannya tanpa mengalami kesulitan.” Demikian itu, lanjutnya, “Pertarungan antara bala tentara ar-Rahman dan bala tentara setan.”

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari godaan setan dan bala tentaranya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa berada dalam ketaatan kepada-Nya. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -