Nenek Renta yang Dijebloskan ke Neraka Bersama Pengikutnya

Perempuan. Tua. Renta. Beruban. Kulit pucat. Bertaring. Dan, menjijikkan. Di Hari Akhir, sosok renta ini dihadapkan di khalayak ramai. Dikatakan kepada hadirin, “Adakah kalian mengenal wanita menjijikkan ini?” Bukan sekadar tanya, tetapi bentuknya lebih dekat kepada bentakan.

- Advertisement -

Yang ditanya menjawab lirih, “Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari mengetahui perempuan itu.”

Siapakah sejatinya perempuan dengan gambaran mengerikan ini?

“Inilah dunia yang dulu kalian perebutkan,” jelas sebuah sumber suara menerangkan identitas si wanita renta yang kian tersudut. Sebab dunia itu, lanjut sumber suara sebagaimana dikisahkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah mengutip penjelasan Ibnu Abi Dunya yang meriwayatkan perkataan ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, “Kalian memutus hubungan keluarga, saling bertikai, mendendam, saling benci, dan terbuai. Ya, sebab dunia ini.”

Tak lama setelahnya, nenek tua itu pun dijebloskan ke dalam neraka. Ia, dengan sisa-sisa tenaganya bertanya, “Wahai Tuhan, di manakah para pengikut dan pendukungku?”

Kemudian, tutur ‘Abdullah bin ‘Abbas mengakhiri petuah emasnya, “Allah Ta’ala pun berfirman, ‘Susulkan para pengikut dan pendukung padanya!’”

Adakah kini kita menjadi hamba dunia? Adakah kita meniatkan berbagai macam amal shalih hanya untuk dunia yang remeh dan sementara? Apakah yang ada di dalam benak kita sejak pagi hingga pagi berikutnya sampai terbawa mimpi adalah uang, harta, aset, kekayaan, dan pernak pernik remeh dunia lainnya?

- Advertisement -

Adakah itu semua yang menjadi kebiasaan dan kehidupan kita selama ini? Adakah karenanya, kita pun lalai kepada akhirat yang abadi? Enggan shalat dan dzikir, malas membaca, menghapal, dan mempelajari al-Qur’an al-Karim, dan cenderung melalaikan ibadah-ibadah dan amal shalih lainnya? Adakah kita lebih asyik bercengkerama dengan percakapan-percakpan terkait pencapaian dunia di banding perlombaan menggapai surga yang nikmatnya abadi di akhirat kelak?

Jika jawabannya ‘Ya’, maka menunduklah dalam-dalam seraya menangis. Sebab, jika demikian, kita telah menjadi pengikut dan pendukung dunia. Dan kelak, sebagaimana perkataan ‘Abdullah bin ‘Abbas dalam riwayat di atas, kita akan diikutkan bersama dunia untuk dijebloskan ke dalam siksa neraka yang menyala panas dan baranya.

Ya Allah, lindungi kami dari fitnah dunia yang amat keji. Aamiin ya Rabb… [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -