Kisah Nik Abdul Aziz Nik Mat Tolak Suap dengan “Selembar Bulu Janggut”

Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat
Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat

Wafatnya Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat telah membuat jutaan muslim Malaysia kehilangan. Ratusan ribu orang menshalati dan menghadiri pemakamannya, menunjukkan betapa ulama tersebut sangat dicintai dan dimuliakan.

- Advertisement -

Semasa hidupnya, Nik Abdul Aziz Nik Mat mempraktikkan hidup zuhud dan wara’. Ia hidup sederhana dan berhati-hati terhadap hal-hal yang syubhat. Apalagi masalah korupsi dan suap, ia menolaknya dengan tegas.

Suatu hari seorang pengusaha bertamu kepada Nik Abdul Aziz Nik Mat di kantornya, kantor Menteri Besar Negara Bagian Kelantan. Setelah berbasa basi, pengusaha tersebut meletakkan sebuah koper yang penuh berisi uang. Entah berapa juta ringgit jumlahnya.

“Apa ini?” tanya Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat.
“Itu hanya sekedar cendera mata, Tuan Guru,” jawab pengusaha tersebut.
Tuan Guru menghela napas. Ia paham bahwa uang itu bukanlah hadiah tanpa maksud. Uang yang diberikan seorang pengusaha kepada pejabat pastilah terkait dengan kewenangan tertentu yang dimiliki pejabat tersebut. Itu bukan hadiah tetapi suap, dan Tuan Guru bisa membaca maksud itu. Ia tahu bahwa uang itu dimaksudkan sebagai suap agar dirinya memberi ijin penebangan hutan Kelantan.

“Kamu lihat janggut saya saya ini?,” katanya dengan nada yang tegas, “Satu lembar janggut saya ini harganya lebih mahal dari seluruh kekayaanmu dan kekayaan seluruh keturunanmu sampai Hari Kiamat. Uang ini bisa saya terima tanpa diketahui siapapun. Tapi di Hari Kiamat nanti semua makhluk Allah akan melaknat saya, Allah akan melaknat saya,” betapa terkejutnya si pengusaha mendapatkan jawaban tegas dari Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat.

Belum sempat hilang rasa keterkejutannya, Tuan Guru segera menyusulinya dengan kalimat perintah., “Ambil kembali dan pergi dari sini.”

Demikianlah secuil kisah ketegasan Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat dalam menolak korupsi dan suap. Tak heran banyak orang yang menghormati dan memuliakannya. Bahkan lawan-lawan politiknya pun segan kepada pemimpin spiritual Partai Islam se-Malaysia (PAS) itu. Dan ratusan ribu orang yang menshalati jenazahnya menjadi bukti, betapa ia sangat dicintai. [Muchlisin BK/kisahikmah.com]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -