Allah Haramkan Ini atas Diri-Nya

0
ilustrasi @indexwp
ilustrasi @indexwp
ilustrasi @indexwp

Dalam memahami ajaran Islam, Allah Ta’ala telah memberikan panduan yang tak pernakhir zaman. Itulah al-Qur’an al-Karim yang terdiri dari 114 surat dan terbagi dalam tiga puluh juz, dan Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia.

Dari sekian banyaknya hadits Nabi, ada sekitar seratusan hadits yang dikategorikan sebagai hadits qudsi sebagaimana disebutkan dalam “al-Wafi, syarah Arba’in Nawawi” tulisan Dr Mushthafa Dib al-Bugha.

Hadits qudsi sendiri merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Allah Ta’ala, baik melalui perantara malaikat Jibril, mimpi, ilham, yang redaksinya dari Nabi.

Di antara hadits qudsi yang agung itu terdapat dalam Arba’in Nawawi hadits kedua puluh empat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 2577 dalam kitab al-Birr, bab Larangan Berbuat Zhalim.

Dari Abu Dzar al-Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda meriwayatkan firman Allah Ta’ala,

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian. Maka janganlah kalian saling menzhalimi.”

Dalam menerangkan potongan hadits yang panjang ini, Dr Mushthafa Dib al-Bugha mengatakan, “Hadits di atas begitu jelas menunjukkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengharamkan dirinya berbuat kezhaliman kepada hamba-hamba-Nya.”

Mahabenar Allah Ta’ala, Mahasuci Allah Ta’ala dari perbuatan zhalim. Karenanya pula, orang-orang yang beriman akan sang at memahami dan menyadari bahwa semua yang terjadi atau terlewat atasnya adalah ketentuan Allah Ta’ala yang Mahaagung.

Dia selalu memiliki hikmah atas apa yang ditimpakan kepada seorang hamba. Pun, jika hal itu merupakan sesuatu yang tidak disenangi oleh hamba-Nya, Allah Ta’ala pasti memiliki hikmah yang amat banyak.

Selain di dalam hadits ini, kemustahilan bahwa Allah Ta’ala berbuat zhalim kepada hamba-hamba-Nya juga dijelaskan dalam banyak ayat al-Qur’an.

Surat Ali ‘Imran [3] ayat 182 menyebutkan, “Dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.”

“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikit pun.” (Qs. Yunus [10]: 44)

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walau seberat zarrah.” (Qs. An-Nisa’ [4]: 40)

Sebab itu, selayaknya bagi orang-orang yang beriman agar senantiasa berprasangka baik kepada Allah Ta’ala. Sebab Dia tak pernah zhalim ataupun ingkari janji-Nya. [Pirman]

Berita sebelumyaKisah Nik Abdul Aziz Nik Mat Tolak Suap dengan “Selembar Bulu Janggut”
Berita berikutnyaMintalah Empat Hal Ini, Allah Pasti Kabulkan