Kasih Sayang dan Kelembutan Rasulullah Saw kepada Anak-anak

ilustrasi @garibaihaqi
ilustrasi @garibaihaqi

- Advertisement -

1. Menyambut dengan kasih sayang

Diriwayatkan dari Buraidah Ra. Ketika Rasulullah Saw sedang berkhutbah datanglah Hasan dan Husain dengan berlari. Sebelum sampai di hadapan sang Nabi, kedua cucu beliau itu terjatuh. Beliau pun menghentikan khutbahnya, mendatangi dan menggendong, lalu meletakkan kedua cucunya di samping beliau berkhutbah.

Sabda beliau Saw, “Aku melihat kedua anak ini berjalan dan terjatuh,” lanjut beliau, “dan aku tak bisa bersabar sampai aku memotong khutbahku dan menganggakat mereka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Ibnu Hibban.

2. Berada dalam satu kendaraan

Amat jarang dijumpai sosok pemimpin negara yang akrab dengan anak-anak. Bahkan, ada banyak pihak yang mencoba memisahkan antara pemimpin dengan interaksinya bersama anak-anak maupun lingkungan sekitar.

- Advertisement -

Berkebalikan dengan itu, Rasulullah Saw justru memberikan teladan yang amat baik tentang interaksinya dengan anak-anak. Dari Salamah bin al-Akwa’ yang ketika itu menuntun baghal Rasulullah Saw. Disebutkan dalam riwayat Imam Muslim ini, Rasulullah Saw menaiki baghal tersebut bersama Hasan dan Husain. Satu cucu ada di depan dan satunya duduk di belakang beliau.

Dalam apa yang dilakukan oleh Nabi Saw ini, ada kasih sayang, kelembutan, keakraban dan perlindungan yang diberikan oleh orangtua (kakek) kepada anak-anaknya (cucunya).

3. Ungkapan cinta

Usamah bin Zaid pernah digendong oleh Rasulullah Saw bersama Hasan bin ‘Ali. Dalam riwayat Imam Bukari ini, Rasulullah Saw bersabda, “Ya Allah, cintailah keduanya. Sesungguhnya aku mencinta mereka berdua.”

Duhai, seberapa seringkah kita mengungkapkan kata-kata cinta untuk adik, anak atau cucu-cucu kita?

- Advertisement -

Dalam riwayat lain oleh Imam Bukhari, Usamah bin Zaid pernah dipangku di salah satu paha Rasulullah Saw, kemudian Hasan bin ‘Ali yang datang belakangan dipangku di paha beliau yang lain. Sembari memeluk keduanya, Rasulullah Saw bersabda, “Ya Allah, sayangilah keduanya. Sesungguhnya aku menyayangi mereka berdua.”

4. Senantiasa mendoakan kebaikan

Ketika itu Rasulullah Saw tengah berkhutbah. Di tengah khutbahnya, datanglah Hasan bin ‘Ali. Anak kecil itu pun naik ke atas mimbar. Dengan penuh kelembutan, Nabi Saw memeluknya dan mengusap kepalanya seraya berdoa, “Anakku (cucuku) ini adalah seorang pemimpin,” lanjut beliau, “mudah-mudahan kelak melalui tangannya, Allah Swt akan mendamaikan antara dua kelompok besar dari kaum muslimin.”

Hadits nan mulia ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad. Sedangkan lafaznya dari Imam Abu Dawud dan Imam al-Baihaqi. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...