Inilah Orang yang Kelak Menghancurkan Ka’bah

5
haji - ilustrasi hasalalsaggaf.wordpress.com

Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimus salam adalah tempat yang dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai kiblat kaum muslimin. Ialah tempat suci yang dijadikan salah satu simbol persatuan umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Lima tahun sebelum Muhammad bin Abdullah diutus sebagai Rasul, Ka’bah direnovasi oleh orang Quraisy. Dan, Muhammad yang bergelar al-Amin mendapat kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Hingga akhir zaman, bentuk Ka’bah akan seperti itu.

Namun, ada berita dari Nabi bahwa kelak ada sosok yang menghancurkan Ka’bah. Siapakah ia? Dari mana asalnya? Bagaimana cara yang ditempuhnya? Dan, kapan terjadinya?

Dari Abu Hurairah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, “Ka’bah akan dihancurkan oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia).”

Dzus-Suwaiqatain adalah orang yang memiliki dua betis kecil. Selain itu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Abbas, “Seolah-olah aku mengenalnya seperti orang berkulit hitam dan berkaki bengkok yang melepas batu Ka’bah satu persatu.”

Selain memiliki betis yang kecil dan bengkok, Dzus-Suwaiqatain digambarkan sebagai sosok yang botak. Ia menghancurkan Ka’bah dengan melepaskan perhiasannya dan menurunkan kiswah (penutupnya), menggunakan sekop dan linggisnya.

“Ka’bah akan dirusak oleh Dzus-Suwaiqatain dari Habasyah; dicopotnya perhiasan Ka’bah, dan dilepas kiswahnya.” Lanjut Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, “Seolah-seolah aku menyaksikan Dzus-Suwaiqatain sebagai seorang yang botak lagi berkaki bengkok.” Selain itu, “Ia menghantam Ka’bah dengan sekop dan linggisnya.”

Lantas, kapankah hal ini terjadi? Dari hadits shahih Imam Bukhari yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Baitullah ini akan tetap dijadikan tempat menunaikan ibadah haji dan umrah (sampai) setelah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.”

Kita beriman kepada Allah Ta’ala dan semua kabar yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Terkait detailnya, Allah Ta’ala Maha Mengetahui, dan tak ada dusta dalam sabda Nabi yang mulia. Tiada perkataan yang lebih benar dari firman-Nya, dan tak ada kabar dari manusia yang lebih jujur selain sabda Nabi-Nya.

Riwayat ini kami nukil dari Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim anggitan Imam Ibnu Katsir, saat beliau menafsirkan surat al-Baqarah ayat 125-128. [Pirman]

Berita sebelumyaSumur yang Digali oleh Malaikat
Berita berikutnyaJangan Mati, Kecuali…

5 KOMENTAR

  1. Kami pernah membaca bahwa orang itu bisa menghancurkan ka’bah sendirian. Itu terjadi karena manusia sudah tidak ada lagi yang peduli dengan Ka’bah yang artinya tidak ada lagi orang yang berhaji. Wallahu a’lam.

    • “Betisnya kecil” maksudnya dia tidak pernah menegakkan shålat
      “Kepalanya botak” karena hanya memikirkan duniawi saja
      “Kakinya bengkok” karena tak pernah mengikuti jalan yg lurus (ajaran Allåh)
      “Kulitnya hitam” sehitam kalbunya

  2. Terkadang untuk melindungi sesuatu, sesuatu itu perlu untuk di hancurkan.

    Saya berpendapat bahwa Alloh menakdirkan ka’bah dihancurkan adalah agar kesucian ka’bah itu sendiri tetap terjaga dari kezholiman-kezholiman.

    Terima kasih.

  3. Mohon maaf kepada kisahikmah.com.

    Apakah artikel-artikel yang di tulis dan di tampilkan disini tidak difilter terlebih dahulu?. Saya melihat banyak tulisan fiksi disini dengan keshohihan sumber tidak jelas, dan ceritanya pun mengada-ada.

    Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.