Hapus Dosa dan Tinggikan Derajat dengan Tiga Amalan

Bahagia rasanya jika kita hidup bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang mulia, lembut, penuh kasih, pengertian, dan empati kepada semua sahabatnya. Maka di awal hari, Nabi dengan senyumnya yang menginspirasi bertanya kepada kita, “Maukah kuberitahu amalan yang dengannya Allah Ta’ala akan menghapus dosa dan meninggikan derajatmu?”

- Advertisement -

Serta merta, jika ada keimanan yang bergelora di dalam diri dan hati, pasti kita akan menjawab, “Tentu saja, ya Rasulullah.”

Sempurnakan Wudhu

Dengan amalan inilah kelak kita akan dikenal sebagai umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Sebab dari seluruh anggota tubuh yang terkena wudhu, kelak akan bercahaya di Hari Kiamat. Dengan cahaya itulah kita akan dikenali, dan-insya Allah-diselamatkan.

Wudhu yang merupakan aktivitas bersuci dari kotoran fisik dan najis ruhani, merupakan sarana untuk mengeluarkan dosa-dosa yang saban hari kita kerjakan. Baik di bagian kepada dan wajah-otak, mata, hidung, mulut-, telinga, tangan, kaki, dan juga hati.

Bahkan disebutkan, dosa akan ikut keluar dari dalam tubuh bersamaan dengan tetes air terakhir.

Menyempurnakan wudhu dalam hadits ini disebutkan, “Ketika masa-masa sulit.” Sebagian memaknaninya dengan mengatakan, “Ketika kondisi udara sangat dingin.”

Perbanyak Langkah

Inilah mondar-mandir yang penuh pahala; perbanyak langkah ke masjid. Memang, terlihat mudah, remeh, bahkan ada yang menganggap, ‘kurang kerjaan’, ‘gak ada kesibukan’, dan lain sebagainya. Padahal, di dalamnya ada mujahadah yang tidak ringan dan dibutuhkan niat yang tulus serta pertolongan dari Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Jika sekali melangkah ke masjid saja jarak yang ditempuh 100 meter, maka sekali jalan pulang-pergi 200 meter. Dalam sehari lima kali, 1 kilometer. Dalam satu bulan, jarak yang ditempuh sekitar 30 kilometer. Lalu hitung jika waktunya satu tahun, atau berpuluh tahun? Belum lagi jika jarak rumahnya dengan masjid semakin jauh.

Maka, hanya dengan niat yang benar dan pertolongan Allah-lah seseorang bisa menjalankan amalan ini setiap hari sepanjang hidupnya.

Menunggu Shalat

Sebagian kita merasa terburu-buru saat berada di dalam masjid. Seperti tidak betah. Maka tak lama setelah salam, mereka pun langsung beranjak; entah karena urusan yang dibenarkan, atau sudah menjadi kebiasaannya.

Padahal, jika sesekali meluangkan waktu untuk menunggu waktu shalat berikutnya setelah shalat yang dikerjakan, ada ganjaran agung yang menunggu sebagaimana dijanjikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Dalam masa menunggu waktu shalat itu, banyak amalan yang bisa kita kerjakan. Mulai berdzikir, muhasabah, membaca al-Qur’an, mengulang hafalan, tadabbur, tafakkur, atau mengikuti kajian keislaman yang diselenggarakan di masjid tersebut.

- Advertisement -

Ketiga amalan ini, selain bisa menghapus dosa dan meninggikan derajat, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, “Demikian itu (tiga amalan tersebut) adalah ribath.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengulang kalimat itu sebanyak tiga kali. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...