Enam Cara Perbarui Iman (Bagian 2)

Lanjutan dari Enam Cara Perbarui Iman

Ziarah Kubur

Salah satu rahasia kecemerlangan generasi pertama kaum Muslimin adalah ingatan yang kuat akan kepastian mati. Alhasil, mereka jarang bercanda, mengindari santai, dan terus menerus melakukan amal. Pasalnya, mati datang dengan tiba-tiba, tanpa permisi, apalagi membuat janji terlebih dahulu.

- Advertisement -

Dengan ziarah kubur, maka seseorang akan mudah mengingat mati. Lalu, bayangkanlah apa yang sedang dialami oleh jenazah yang dikunjungi; jika saleh akan beroleh nikmat, jika zalim dan durhaka akan beroleh siksa kubur nan menyengat.

Di dalam kubur, semua jenazah diperlakukan sama. Entah penjual sayur, pedagan ikan, tukang panggul di pasar, penulis, kepala sekolah, pegawai negeri, bahkan seorang presiden atau mentri sekali pun; semuanya dikubur di dalam tanah yang sama tanpa pengecualian.

“Dengan ziarah kubur,” tulis Dr. Najih Ibrahim, “seorang ikhwan akan dapat memikirkan dosa-dosanya dan kekurangseriusannya dalam beramal.” Selain itu, “Ia dapat memusatkan seluruh pikirannya dalam masalah itu, kemudian berazam dengan sebenar-benarnya untuk bertaubat dan bersungguh-sungguh beramal dalam rangka menegakkan Islam.”

Kunjungi Orang Saleh

Abu Bakar ash-Shiddiq mengajak ‘Umar bin Khaththab mengunjungi Ummu Aiman. Kata Abu Bakar, “Mari mengunjunginya sebagaimana Rasulullah mengunjunginya.” Keduanya pun sampai di kediaman Ummu Aiman. Tiba-tiba, Ummu Aiman menangis.

Hibur Abu Bakar, “Tak usah menangis. Apa yang ada di sisi Allah Ta’ala lebih baik bagi Rasulullah.” Abu Bakar menebak bahwa kedatangan mereka berdua telah membuat Ummu Aiman mengingat Rasulullah, dan karenanya ia bersedih.

“Aku tahu itu,” jawab Ummu Aiman. “Lalu, mengapa kaumenangis?” tanya Abu Bakar. “Aku,” jelas Ummu Aiman, “menangis karena wahyu dari langit telah berhenti turun.” Mendengar jawaban Ummu Aiman, Abu Bakar ash-Shiddiq dan ‘Umar bin Khaththab pun ikut menangis. Ketiganya menangis bersamaan.

- Advertisement -

Mengunjungi orang saleh bisa melembutkan hati dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Selain itu, kita pun akan termotivasi untuk menapaki jejaknya hingga mendapatkan kemuliaan di akhirat berkat kesalehannya.

Ingatlah Hari-hari Allah

Bayangkan, kita sedang bersama Nabi dalam Perang Badar yang melegenda. Di sana, kita menebas leher musuh-musuh Islam. Di sana, kita membersamai Nabi dalam takbir, dan hentakan senjata yang menggetarkan lawan.

Bayangkan pula kita mengikuti Perang Uhud. Kemudian, di sana, kita terbunuh sebagai syuhada. Lantas, Nabi mengenali kita karena amal saleh yang pernah kita lakukan. Bayangkan pula bagaimana sedihnya Nabi lantaran kekalahan itu, betapa sakitnya fisik beliau, rontoknya gigi, dan mengalirnya darah sang Nabi.

Itulah hari-hari Allah Ta’ala; hari ketika Allah Ta’ala tunjukkan kuasa-Nya kepada orang-orang kafir. Seperti Perang Uhud, Perang Badar, hari Khaibar, Penaklukan Kota Makkah, Perang Yarmuk, Perang Qadisiyah, dan lain sebagainya.

Ingat-ingatlah hari penting itu, dan bayangkan bahwa kita terlibat bersama kaum Muslimin di dalamnya. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...