Di Surga Ada Jengkol?!

Lelah yang saya rasakan saat sibuk beraktivitas, luruh seketika saat bertemu anak-anak. Baik anak-anak saya, atau anak-anak tetangga yang sebulan terakhir ini rutin mengunjungi kontrakan kami, sebakda shalat Maghrib hingga adzan Isya’ berkumandang merdu, dilantunkan oleh Kong Majid yang sepekan ini libur karena menderita sakit.

- Advertisement -

Dari anak-anak itu, saya belajar banyak hal. Bahkan, mutiara-mutiara yang berasal dari mereka tidak saya jumpai saat bertemu dengan orang-orang yang telah hidup lebih lama dari mereka. Jika mereka yang telah lebih lama hidup sering merawa dewasa, padahal kekanak-kanakan; anak-anak polos ini justru bersikap dewasa dalam usia anak-anak mereka.

Saat bersama anak-anak, kondisi paling ideal yang harus kita upayakan adalah posisi nol. Tidak ada muatan. Hanya dengan demikian, kita bisa menyerap apa yang dipancarkan oleh wawasan dan ruhani mereka. Sebab, mereka ini tulus. Apa yang berasal dari hati mereka hanya bisa diterima oleh hati pula, bukan dengan logika apalagi emosi.

Namun, kita juga harus waspada. Dari kepolosan mereka itu, seringkali muncul soalan-soalan aneh, sukar, unik, dan kriteria lain yang sama sekali tidak pernah dipikirkan oleh orang yang lebih tua secara umur.

Di tahap ini, saya dan siapa pun yang merasa menjadi kakak, orang tua, atau yang lebih banyak umurnya, benar-benar harus pandai sehingga mampu menjelaskan pertanyaan anak-anak dengan logis, argumentatif, tapi menjadi doktrin bagi mereka, kelak setelah dewasa.

Pasalnya, di usia anak-anak ini, otak mereka masih bening dan merekam hampir seluruh kejadian yang dialami hingga ke persoalan yang paling detail. Semua diingat. Tidak ada yang dilupakan.

Nah, sore itu, saya menyampaikan ayat tentang surga. Di dalam rangkaian nikmat surga itu disebutkan ‘kebun-kebun dan buah anggur’ (an-Naba’ [78]: 32). Ketika anak-anak lain memperhatikan dengan cermat dan sebagian lainnya menukasi tentang rasa anggur yang manis, lembut, dan lezat, tiba-tiba dari arah sebelah kiri saya, seorang anak kelas dua sekolah dasar melontarkan sebuah pertanyaan, “Om, di surga ada jengkol gak?”

- Advertisement -

Sontak saja, pertanyaan itu menghadirkan tawa bagi anak-anak yang lain. Saya, saat itu, menjawab dengan meyakinkan, “Di surga, terdapat semua jenis kenikmatan. Insya Allah.”

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...