Dalam Kondisi Ini, Muadzin Lebih Utama daripada Imam

“Dari dulu aku hanya bagian adzan,” kata seorang teman. Hari itu kami bincang-bincang ringan. Kebetulan beliau mendapatkan amanah sebagai muadzin dan saya diamanahi menjadi imam.

- Advertisement -

“Di mushola seperti ini, muadzin lebih utama daripada imam”

“Kok bisa?” ada nada penasaran seiring pertanyaan itu.

“Coba ingat-ingat, kalau tidak ada yang adzan, apakah para karyawan akan berbondong-bondong datang ke mushola dan menunaikan shalat jamaah?”

“Tidak,” jawabnya setelah berpikir sejenak.

“Jika adzan sudah sampeyan kumandangkan, orang-orang datang ke mushola, lalu yang bertugas menjadi imam tidak ada karena tugas keluar kantor, apakah shalat jamaah tetap jalan?”

“Ya, kalau sampeyan nggak ada, akan ada yang menggantikan sebagai imam”

- Advertisement -

“Nah. Itu salah satu alasan mengapa muadzin di kantor kita ini lebih utama daripada imam.”

***

Di sejumlah kantor lain, kondisi serupa juga terjadi. Ketika tidak ada yang adzan, atau adzannya terlambat, shalat jamaah menjadi tidak terlaksana. Tidak selalu, memang. Terkadang karyawan lain datang sebelum adzan sehingga saat muadzin tidak ada, ia bisa menggantikan adzan.

Namun terkadang juga banyak yang menunggu kumandang adzan baru meninggalkan ruangan menuju mushala. Ketika tidak terdengar adzan, dikira belum masuk waktu shalat. Begitu sadar setengah jam telah berlalu dari waktu adzan, mau adzan pun malu. Menunggu jamaah lain kadang tidak muncul-muncul akhirnya seorang karyawan shalat sendirian. Karyawan lain datang, ia juga shalat sendirian.

Mengetahui urgensi adzan seperti itu membuat muadzin bersemangat dan tak lagi memandang remeh aktifitas mulia itu. Pun orang lain yang selama ini malu mengumandangkan adzan, paradigmanya bisa berubah.

- Advertisement -

Terlebih, banyak keutamaan adzan berdasarkan hadits-hadits shahih. Sedikitnya ada 10 keutamaan adzan:

  1. Pahala adzan sangat besar
  2. Makhluk dan benda yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi muadzin
  3. Muadzin akan mendapat ampunan Allah
  4. Orang yang adzan mendapat pahala seperti orang yang shalat bersamanya
  5. Muadzin menjadi orang yang dipercaya Allah
  6. Muadzin didoakan Rasulullah
  7. Adzan membuat syetan takut dan lari terkentut-kentut
  8. Leher muadzin akan dipanjangkan di hari kiamat
  9. Orang yang adzan dibanggakan Allah di hadapan malaikat-Nya
  10. Para muadzin akan dimasukkan ke dalam surga

Siap menjadi muadzin? [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.