Buatkan untuk Orang Ini Rumah Khusus di Surga

Di surga ada rumah khusus yang dinamai Baitul Hamdi (Rumah Pujian). Untuk siapakah rumah ini dibangun? Bagaimana cara mendapatkannya?

- Advertisement -

Abu Sinan sedang memakamkan anaknya. Saat ia berada di liang lahat, tangannya ditarik oleh Abu Thalhah al-Khaulani. Abu Sinan ditarik hingga keluar dari liang lahat.

“Maukah kusampaikan kabar gembira kepadamu?” tanya Abu Thalhah al-Khaulani bersemangat, menghibur sahabatnya.

“Mau,” jawab Abu Sinan dengan antusias.

“Adh-Dhahhak bin Abdurrahman bin Arzab telah menyampaikan kabar kepadaku dari Abu Musa,” terangnya semakin bersemangat, kemudian dia menyampaikan salah satu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

“Allah Ta’ala berfirman,” sabda Nabi menjelaskan, “‘Hai malaikat Maut, apakah kau sudah menyabut nyawa anak hamba-Ku? Apakah engkau menyabut nyawa anak kesayangan dan buah hatinya?'”

Malaikat Maut pun menjawab, “Ya.” Mahasuci Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui.

- Advertisement -

“Lalu,” firman-Nya selanjutnya, “apa yang diucapkannya?”

“Ia,” jawab malaikat, “memuji-Mu dan mengucapkan kalimat Istirja’ (Inna lillahi wa inna ilahi raaji’un-Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali).”

Maka Allah Ta’ala pun berfirman kepada para malaikat, “Buatkan untuknya sebuah rumah di surga. Namailah rumah itu dengan Baitul Hamdi (Rumah Pujian).”

Itulah Baitul Hamdi. Rumah Pujian tersebut diperuntukkan bagi orang yang bersabar dan senantiasa memuji Allah Ta’ala saat mendapat musibah.

Mereka paham, musibah adalah sebentuk ujian. Apakah imannya bertambah kokoh dan semakin kuat tatkala diuji, ataukah justru terjun dalam kenistaan sebab turuti bisikan setan.

- Advertisement -

Apalagi ketika kehilangan orang tersayang. Rasanya, Tuhan tidak adil terhadap dirinya. Pasalnya, Dia justru memanggil orang yang baik dan cinta kepadanya. Kesedihan itu kian bertambah, jika yang meninggal adalah bapak, ibu, pasangan hidup, anak-anak, atau keluarganya.

Karenanya, bersabarlah. Dan ingatlah balasan yang telah Allah Ta’ala sediakan. Insya Allah, Baitul Hamdi menunggu untuk ditempati. Dan, dengan kesabaran itu, semoga kita layak menjadi penghuninya.

Hadits di atas diriwayatkan secara hasan gharib oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi. Sedangkan nama Abu Sinan dalam riwayat ini adalah ‘Isa bin Sinan. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...