Amalan yang Melindungi Anda dari Neraka

Ilustrasi @willby
Ilustrasi @willby

- Advertisement -

Di antara bentuk Mahaadilnya Allah Ta’ala, Dia menciptakan surga dan neraka bagi hamba-hamba-Nya. Surga dijanjikan bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh, sedangkan neraka adalah kabar gembira bagi mereka yang kafir, munafik dan fasiq.

Kedua tempat abadi di akhirat ini adalah kondisi yang berkebalikan. Siapa yang berhak mendapatkan surga, maka ia terbebas dari neraka. Sebaliknya, siapa yang dijerumuskan ke dalam siksa api neraka, maka surga diharamkan atasnya.

Dari sahabat Amru bin Murrah al-Juhni, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, ada orang yang mendatangi Rasulullah. “Ya Rasulullah”, ucapnya seketika, “aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan engkau adalah utusan-Nya.”

Lanjut lelaki itu menyampaikan pengakuan, “Aku melaksanakan shalat lima waktu, menunaikan zakat dari hartaku, dan berpuasa di bulan ramadhan.”

Mendengar pengakuan lelaki tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun bersabda, “Barang siapa yang mati dalam keadaan seperti itu,” janji sang Nabi, “maka dia bersama golongan para Nabi, Shiddiqin dan syuhada’ di Hari Kiamat.”

Nabi pun mengangkat jemari tangannya memperagakan posisi mereka kelak di Hari Kiamat. Bahwa mereka diposisikan sejajar, berdampingan.

- Advertisement -

Selain menjaga amalan itu, Rasulullah juga memberikan syarat lain seraya menyampaikan, “Selagi dia tidak mendurhakai kedua orang tuanya.”

Itulah di antara amalan-amalan mulia yang jika dilakukan, maka surga terjamin atasnya. Maknanya, orang tersebut terbebas dari siksa neraka yang tiada banding siksanya dengan sepelik dan rumit siksa apa pun di dunia ini.

Dalam kesempatan lain sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Umamah, ketika ia bertanya amalan apa yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga, maka Nabi menjawab, “Hendaklah engkau berpuasa”, lanjut Rasulullah sebagaimana dikutip dalam al-Wafi, “karena tidak ada yang lebih lurus dari puasa.”

Kemudian saat didatangi kedua kali dengan pertanyaan yang sama, Nabi menjawab, “Hendaklah engkau berpuasa.”

Semoga Allah Ta’ala memudahkan langkah kita untuk beriman dan beramal shaleh, serta istiqamah hingga akhir hayat. Dengan begitu, semoga Allah Ta’ala limpahkan rahmat-Nya kepada kita. Sebab hanya dengan rahmat tersebut seseorang kayak untuk dimasukkan ke dalam surga-Nya. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...