Akibat Durhaka kepada Ayah

Ia terlahir sebagai anak satu-satunya. Disayang oleh ibu dan ayahnya. Sang ibu meninggal dunia terlebih dahulu hingga ia hidup bersama ayahnya. Sayangnya, anak laki-laki ini tumbuh menjadi sosok yang suka berkumpul dengan teman-temannya dalam berbagai jenis keburukan yang dilakukan. Mabuk, misalnya.

- Advertisement -

Malam itu, dia meminta sejumlah uang kepada ayahnya. Sang ayah yang mengetahui akan dikemanakan uang tersebut pun menolak memberikan. Bukan pelit. Tapi tidak ridha jika uang yang didapat harus habis untuk perbuatan yang tidak bermanfaat, bahkan bernilai maksiat dan dosa.

Dengan brutal, si anak laki-laki memukul sang ayah, lantas mengambil seluruh harta simpanannya. Lantaran dipukul dalam keadaan tidak siap, sang ayah terbujur tiada daya selama beberapa masa.

Ketika itulah, si anak laki-laki bergegas mendatangi sahabat-sahabatnya untuk menjalankan ritual keburukannya. Mabuk-mabukan.

Di lokasi yang berbeda, ayahnya mendadak sakit. Dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang prima. Semalaman berada di rumah sakit, kondisi sang ayah justru memburuk hingga meninggal dunia.

Bersamaan dengan kejadian itu, sang anak tengah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk. Tidak sadarkan diri. Dia menabrak pembatas jalan. Mobilnya berhenti ketika menabrak sebuah tiang. Kondisinya parah. Dirujuk pula ke rumah sakit. Tidak sadarkan diri beberapa hari setelahnya.

Setelah sadar, ia baru mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Tiada gurat kesedihan di wajahnya.

- Advertisement -

Seiring berjalannya waktu, sang istri dari laki-laki ini memilih pergi dari rumah. Tidak tahan. Tidak sabar. Enggan mengurusi laki-laki yang tidak bekerja dan sakit-sakitan.

Dua anak hasil pernikahannya masih serumah dengan si laki-laki hingga anak perempuannya menikah dan hidup bersama suaminya. Ketika dia hidup bersama anak laki-lakinya, balasan atas kedurhakaannya pun tiada bisa dielakkan.

Sang anak sering berkumpul dengan teman-temannya. Mabuk-mabukan. Mendatangi aneka tempat hiburan. Sampai menghabiskan seluruh aset yang dia miliki.

Laki-laki ini hanya diam. Terbujur lumpuh di tempat tidur. Tanpa daya. Sering dipukuli oleh si anak. Harta simpanannya pun dirampas sebagaimana dahulu dia melakukan hal serupa kepada ayahnya.

Demikian inilah janji Allah Ta’ala. Dosa kedurhakaan akan disegerakan di dunia sebelum siksa yang abadi di akhirat.

- Advertisement -

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita anak yang berbakti. Yang senantiasa mendoakan dan bersikap baik kepada ayah dan ibu kita. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -