8 Kiat Menuju Husnul Khatimah (2)

Lanjutan dari 8 Kiat Menuju Husnul Khatimah

Bergegas dalam Kebaikan

Terburu-buru dan menunda asalnya dari setan. Sedangkan bergegas dalam melakukan kebaikan atau meninggalkan keburukan adalah salah satu keutamaan bagi orang-orang yang beriman.

- Advertisement -

Abbas berkata sebagaimana disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubi, “Suatu kebaikan tidak akan terwujud, kecuali dengan tiga hal; segera melakukan, menganggapnya kecil, dan menutupinya.”

Setelah bergegas, hendaknya kita tidak berpuas diri dengan amalan tersebut dan menganggapnya sebagai amalan yang kecil hingga diri senantiasa melakukannya. Selain itu, dianjurkan untuk menutupi amal. Sebab yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.

Ikuti Jejak Nabi

Inilah sebaik-baik teladan. Beliaulah sosok yang tidak disangsikan lagi keshalihannya. Beliau merupakan pribadi penuh pesona, hidup dan matinya dalam kemuliaan. Beliaulah sosok yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. Maka kita harus meneladaninya dalam berbagai aspek kehidupan agar kelak mendapatkan apa yang beliau gapai. Insya Allah.

Ingat Akhirat

Adalah seorang bijak yang pernah bertutur, “Jika sejenak saja kulupakan akhirat, hati ini menjadi rusak.”

Hadirkan akhirat dalam benak. Dekatkan gambaran akhirat di dalam pikiran. Senantiasalah berupaya agar pemandangan akhirat bersemayam di dalam hati. Dengan mengingat akhirat dan mengupayakan kehidupan abadi di dalamnya, dunia akan sirna dan tidak bermakna sedikit pun.

Perbaiki Kekurangan Diri

Inilah pekerjaan yang tidak akan pernah berakhir. Inilah pekerjaan utama orang beriman. Kesibukan yang tidak pernah berhenti. Memperbaiki diri yang memang banyak kekeliruan. Diri yang butuh diingatkan terus menerus. Tanpa henti.

Pegang Teguh Aqidah Islam

- Advertisement -

Senantiasalah berpedoman pada Islam dan tetap berada dalam naungannya hingga kematian menjelang. Berdoa dan berupayalah untuk mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah Ta’ala.

Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi berkata, “Lakukan ini setiap waktu, bahkan setiap detik. Allah Ta’ala mengisahkan wasiat Nabi Ya’qub ‘Alaihis salam dan Nabi Ibrahim kepada anak-anaknya, ‘Dan Ibrahim telah mewasiatkan kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. Ibrahim berkata: Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu. Maka janganlah kamu mati, kecuali dalam memeluk agama Islam.’(Qs. al-Baqarah [2]: 132)

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku al-Wa’dul Haq bisa dipesan di 085691479667

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...