Jika Tidak Penuhi 7 Syarat Ini, Sebuah Aksi Bukanlah Jihad, Tapi Teror (Bagian 2)

Lanjutan dari 7 Syarat Jihad

Izin Orang Tua

Disebutkan dalam sebuah riwayat, seorang laki-laki meminta izin kepada Nabi untuk ikut berjihad. Setelah mengetahui bahwa laki-laki tersebut masih memiliki orang tua, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencegah niatnya dan memerintahkannya untuk menjaga orang tua.

- Advertisement -

Karenanya, tanyakan kepada semua orang tua tersangka aksi peledakan, apakah mereka telah izin kepada orang tuanya? Jika pun izin, orang tua pasti tidak akan memberikan izin kepadanya.

Dzikir, Doa, Sabar

Inilah senandung para mujahid sejati. Mereka memulai niat dengan menyebut nama Allah Ta’ala, lalu menjalani seluruh rangkaian perjuangan dengan banyak berdzikir. Tiada kesibukan para mujahid di jalan Allah Ta’ala, selain menyebut nama-Nya dalam kalimat-kalimat dan nama-nama-Nya yang agung.

Mereka juga senantiasa memanjatkan doa, agar niatnya bersih, Islam dimenangkan, atau diberi syahid di jalan Allah Ta’ala. Dan sabar adalah nafas paling utama bagi para mujahid untuk menghadapi beratnya medan dan ujian di sepanjang perjalanan yang mereka lalui.

Beri Kesempatan kepada Musuh

Jihad bukan sesederhana membunuh musuh. Saat musuh mengalami kekalahan, kaum Muslimin harus memberi pilihan; masuk islam, atau membayar jizyah. Inilah di antara bentuk kemurahan Islam. lantaran kemurahan yang diteladankan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini, Makkah al-Mukarramah menjadi saksi penaklukan paling mengagumkan sepanjang sejarah perang umat manusia.

Dengan kemurahan hati dan tawaran masuk Islam ini pula, banyak musuh-musuh Allah Ta’ala yang kembali dalam fitrahnya sebagai Muslim.

Tidak Merusak

Cobalah cari referensi terkait jihad yang dikerjakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau mengajarkan kepada sahabatnya dan seluruh pasukan kaum Muslimin untuk bertindak ihsan dalam perlawanan bersenjata.

- Advertisement -

Yang boleh dibunuh hanya musuh  bersenjata, itu pun dengan cara yang baik; tidak menyiksa. Maka dalam Islam, tak ada namanya mutilasi atau tindakan tidak manusiawi lainnya.

Selain itu, para sahabat dan kaum Muslimin juga dilarang merusak tempat ibadah, fasilitas umum, orang lanjut usia, anak-anak, perempuan, orang yang hamil, tumbuh-tumbuhan, hewan ternak, dan lain sebagainya.

Inilah 7 kriteria yang harus dipenuhi. Tak bisa ditawar. Jika ada salah satu yang dikhianati, ianya tak layak disebut sebagai jihad. Maka, coba saksikan kejadian-kejadian terakhir. Jangankan satu kriteria, bahkan ketujuh syarat ini dikhianati seluruhnya hingga mereka bukan melakukan jihad, tapi teror. Dan kaum Muslimin membencinya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...