Kisah Nabi Khidir Menelan Bukit dan Sebuah Mangkuk Emas (2)

0
28209
ilustrasi @war.163.com

Lanjutan dari Kisah Nabi Khidir Menelan Bukit dan Sebuah Mangkuk Emas

Nabi Khidir ‘Alaihi salam tidak menghiraukan mangkuk emas yang kembali muncul ke permukaan tanah berkali-kali meski sudah disimpan di dalam tanah. Beliau melanjutkan langkah. Menuju arah yang diperintahkan dalam mimpinya.

Di tengah melanjutkan perjalanan, ada seekor burung kecil yang menghampirinya. Ia tengah dikejar oleh seekor elang. Kepada burung kecil, Nabi Khidir ‘Alaihis salam teringat perintah ketiga; terimalah apa yang datang kepadamu. Maka beliau pun menerima kehadiran si burung dan menyimpannya dengan baik.

Tak lama setelah itu, datanglah elang yang kelaparan. Tanya si elang, “Apakah Tuan melihat seekor burung yang tengah berlari? Aku didera lapar. Jika melihatnya, tolong beritahukan kepadaku.”

Nabi Khidir kembali didera bingung. Burung elang adalah hal keempat yang beliau temui. Perintahnya, jangan kecewakan yang datang kepadamu, penuhi hajatnya.

Di waktu yang sama, Nabi Khidir ‘Alaihis salam merasa kasihan jika harus melepaskan burung kecil, karena nyawanya terancam. Beliau pun diam sejenak hingga mendapatkan ilham.

Akhirnya, Nabi Khidir ‘Alaihis salam membuat kesepakatan dengan burung kecil dan burung elang. Beliau hendak memotong bagian tubuh burung kecil, sebagiannya untuk diberikan kepada si elang.

Keduanya sepakat. Nabi Khidir ‘Alaihis salam melakukannya dengan hati-hati, lalu memberikan potongan daging burung kecil kepada si elang. Setelah makan, si elang pergi. Burung kecil juga dilepaskan.

Alhamdulillah, bisik Nabi Khidir ‘Alaihis salam, karena Allah Ta’ala aku bisa melakukan apa yang diperintahkannya.

Nabi Khidir ‘Alaihis salam lantas bergegas melanjutkan perjalanan. Masih ada satu hal yang akan beliau temui. Saat tengah melihat ke sekeliling, terdapatlah seonggok bangkai. Inilah peristiwa kelima yang diperintahkan, tinggalkanlah apa yang engkau temui. Jangan dihiraukan.

Hikmah Lima Kejadian

Nabi Khidir ‘Alaihi salam pun bergegas mencari tempat untuk beristirahat. Saat malam tiba, beliau berdoa kepada Allah Ta’ala, meminta petunjuk atas hikmah di balik lima peristiwa yang dialami.

Di dalam mimpi, beliau mendapati sebuah suara yang menjelaskan maksud dari lima peristiwa yang dialami.

Pertama, yang diperintahkan untuk dimakan itu marah. Mula-mula terlihat besar, tapi jika bersabar, mengawal, dan menahannya maka kemarahan itu semakin kecil, tidak terasa.

Kedua, mangkuk emas merupakan perlambang kebaikan. Disembunyikan seperti apa pun, dia akan tetap terlihat.

Ketiga, burung kecil merupakan perlambang amanah. Harus diterima. Jangan dikhianati.

Keempat, jika ada orang yang datang menyampaikan keperluan, berikanlah meski engkau membutuhkannya.

Kelima, bau yang busuk itu merupakan ghibah atau menceritakan keburukan seseorang sehingga harus ditinggalkan.

Mahabenar Allah Ta’ala dengan segala firman-Nya dan segala hikmah yang Dia berikan di balik semua perintah.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]