Inilah Kota Terbaik yang Paling Dicintai Rasulullah

0
berkah
Ilustrasi

Inilah tempat Rasulullah Saw lahir dan dibesarkan. Di sinilah Rasulullah Saw menikah dengan istri pertamanya. Kota inilah yang menjadi saksi dakwah pertama Sang Nabi, meninggikan kalimat Allah Ta’ala, menyeru manusia untuk menyembah hanya kepada Allah Ta’ala semata. Di kota ini, Nabi Muhammad Saw berdakwah setiap pagi, siang, sore hingga petang; sepanjang waktu selama tiga belas tahun.

Banyak julukan untuk kota ini. Al-Qur’an menyebutnya dengan Ummul Quro, ibunya kota dari seluruh kota di muka bumi. Kota tersuci yang menjadi persinggahan dan tempat berjuangnya para nabi. Jika dilihat dari angkasa, kota ini paling bercahaya di banding tempat lainnya di muka bumi.

Sebelum Muhammad Sang Nabi terakhir, Ibrahim ‘Alaihis Salam yang merupakan bapaknya para Nabi dan berjuluk Khalilullah telah menapakkan jejaknya di sini. Maka, di kota ini ada tempat yang berjuluk Maqam Ibrahim. Di sanalah terletak kiblat kaum muslimin. Di kota ini, kaum muslimin bisa beribadah sepanjang waktu, tanpa mengenal jeda. Inilah kota suci yang disucikan. Allah Ta’ala mengabulkan pinta hamba-Nya yang dipanjatkan di sekitaran tempat-tempat suci di Kota ini.

Di kota ini, jutaan manusia berkumpul saban tahun. Bahkan di bulan-bulan tertentu, saat musim ibadah umrah tiba, kota ini sesak dengan jama’ah dari berbagai penjuru dunia. Ketika memasuki Ramadhan dan sepuluh hari terakhirnya, jumlah kaum muslimin yang mendatangi kota ini untuk i’tikaf di salah satu masjidnya bertambah, semakin tak terhitung.

Inilah kota suci, yang di dalamnya ada Masjidil Haram. Masjid termulia yang jika shalat di dalamnya akan diganjari pahala setara dengan seratus ribu kali jika dibandingkan dengan shalat di masjid lain, selain Masjid Nabawi di Kota Madinah dan Masjid al-Aqsha di Kota al-Quds.

Inilah kota yang paling dicintai Rasulullah yang mulia. Kota yang disampaikan dalam salah satu sabdanya,
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَي وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ

“Demi Allah,” kalam Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, “sesungguhnya engkau adalah bumi Allah yang terbaik,” lanjutnya, “dan paling aku cintai,” demikian sabdanya sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam Ibnu Majah.

Sayangnya, di kota kelahiran nan paling dicintainya itu, Rasulullah Saw justru diusir karena mendakwahkan tauhid. Lanjut Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, “Seandainya aku tidak diusir darimu,” pungkas beliau dalam sabdanya yang shahih ini, “niscaya aku tidak akan keluar.”

Itulah Makkah al-Mukarramah, Kota Makkah yang mulia dan disucikan, kota terbaik yang dicintai oleh Rasulullah Saw. [Pirman]

Berita sebelumyaAmal yang Membuat Allah Tersenyum
Berita berikutnyaBeginilah Wahyu Terberat yang Diterima Rasulullah