Ya Allah, Ceraikanlah Mereka!

Suatu hari, dalam sebuah peperangan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunggu kedatangan musuh hingga matahari condong ke arah barat. Beliau berdiri, kemudian bersabda kepada para sahabat yang mullia, “Wahai sahabat-sahabatku, janganlah kalian berharap bertemu musuh. Mohonlah kesejahteraan kepada Allah Ta’ala.”

- Advertisement -

“Akan tetapi, jika bertemu musuh, hendaklah kalian bersabar (berteguh hati). Ketahuilah, sesungguhnya surga berada di bawah naungan pedang.” Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakhirinya dengan memanjatkan doa, “Ya Allah, Rabb yang menurunkan Kitab, yang memperjalankan awam, dan mencerai-beraikan musuh, ceraikanlah mereka dan tolonglah kami dalam melawan mereka.”

Di dalam hadits agung ini tersirat sebuah kandungan Islam yang amat mulia terkait ajaran cinta kedamaian. Sejak lahirnya, Islam tidak suka berbagai jenis teror. Islam merupakan agama damai dan mendamaikan.

Di waktu bersamaan, Islam mengajarkan umatnya agar menjadi kelompok yang kuat, dan pemberani. Umat Islam juga diajarkan untuk menjadi orang yang tidak berdiam diri ketika kebenaran ditindas. Ketika bahaya mengancam, saat nyawa dipertaruhkan, Islam mengajarkan sikap yang tegas untuk membela diri, lalu bergegas mengerahkan seluruh kekuatan yang dmiliki untuk melawan musuh.

Dalam seluruh kondisi itu, ada satu kaidah amat penting yang hendaknya diketahui dan diamalkan oleh kaum Muslimin. Baik dalam masa damai atau menghadapi musuh Allah Ta’ala dalam peperangan, ada anjuran mulia yang hanya ada di dalam Islam.

Ialah kebiasaan untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala. Menyampaikan harapan saat damai, agar Allah Ta’ala memberikan kesejahteraan kepada kaum Muslimin dan umat manusia. Hal ini terlambang dalam kalimat Nabi, “Mohonlah kesejahteraan kepada Allah Ta’ala.”

Saat berada dalam damai dan sejahtera itu, hendaknya kaum Muslimin tidak lupa untuk bersiap diri. Ialah kalimat ‘sabar’ yang bermakna ‘berteguh hati’. Sadarilah bahwa musuh-musuh-Nya tidak pernah diam. Pahamilah bahwa musuh-musuh Islam akan senantiasa melancarkan makar hingga akhir zaman.

- Advertisement -

Jika sudah berteguh hati, kaum Muslimin merupakan komunitas solid yang tak pernah gentar. Maka Nabi mengatakan, “Islam berada di bawah kilatan pedang.” Bukan ajaran untuk melakukan teror, bukan anjuran untuk membunuh. Tetapi sebuah kaidah penting agar senantiasa mempersiapkan diri.

Dan ketahuilah, bahwa di atas semua usaha, doalah penentunya. Doa yang tulus kepada Allah Ta’ala, agar Dia memenangkan kaum Muslimin. Karena itu, tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...