Amalkan 4 Kiat Ini, Dijamin Sukses Dunia dan Akhirat

Lanjutan dari Amalkan 4 Kiat Ini, Dijamin Sukses Dunia dan Akhirat

Tidak Terpaku Masa Lalu dan Tidak Obsesif dengan Masa Depan

Gunakanlah masa lalu dengan bijak. Hanya sebagai kaca spion dan pelajaran bagi kehidupan saat ini dan yang akan datang. Demikian pula dengan masa depan. Tidak perlu obsesif. Tidak usah galau. Tidak usah terlalu repot memikirkan hingga diri tak melakukan apa pun sebab mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti.

- Advertisement -

Fokuslah pada hari ini. Lakukan apa yang seharusnya kita kerjakan. Lakukan dengan sepenuh hati. Dengan hati yang riang. Lakukan dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan merencanakan masa depan dengan perencanaan terbaik.

Selebihnya, percayalah pada Allah Ta’ala. Dia mustahil menzhalimi hamba-hamba-Nya.

Tidak Menambah, Tidak Mengurangi, Tapi Apa Adanya

Biasakan diri untuk bersikap apa adanya. Jujur. Tidak perlu ingin dipuji atas sesuatu yang tidak kita lakukan atau mengurangi apa yang bukan hak kita. Lakukan semuanya sesuai kemampuan terbaik. Bersikaplah kepada diri dan orang lain sesederhana mungkin. Apa adanya.

Jangan sampai menambah-nambahi atas keburukan yang kita dengar/dapatkan dari orang lain untuk menyulut masalah semakin besar. Jangan pula mengurangi amanah (hak orang) yang seharusnya diserahkan lantaran hasrat memiliki yang besar.

Dengan berlaku apa adanya, manusia akan mudah mencintai kita. Sebab Nabi pernah bersabda, “Zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi makhluk, maka mereka akan mencintaimu.”

Tidak Kufur Saat Miskin dan Tidak Sombong Ketika Kaya

Hidup itu diperjalankan. Dipergilirkan. Sedih dan bahagia. Suka dan suka. Sukar dan mudah. Kaya dan miskin. Kekurangan dan kelebihan. Karenanya, tidak dianjurkan bagi setiap kita untuk bertindak sewenang-wenang terhadap sesama dalam perjalanan kehidupan yang dipergilirkan ini.

- Advertisement -

Jangan minder saat miskin. Jangan berlaku kufur tatkala tidak dikaruniai harta duniawi. Bukankah Allah Ta’ala sudah memberi janji, “Dan jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Sikapilah miskin dengan sabar. Itulah sebaik-baik amal shalih yang pahalanya tidak mengenal batas.

Tatkala kita ditaqdirkan menjadi kaya, tetaplah menunduk dalam kerendahan hati. Bersyukurlah atas semua karunia yang Allah berikan. Sikapi dengan syukur. Sikapi dengan sebaik-baik pemanfaatan kekayaan di jalan Allah Ta’ala melalui berbagai proyek kebaikan yang disyariatkan-Nya.

Jangan sombong. Sebab sebanyak apa pun harta mustahil bermanfaat jika disalurkan di jalan keburukan. Dan sebanyak apa pun harta, ianya tiada pernah kekal, kecuali yang diinfaqkan di jalan Allah Ta’ala.

Sombong saat kaya merupakan jalan menuju kebinasaan. Begitu pula dengan kufur dalam kondisi miskin. Keduanya merupakan keburukan yang harus dihilangkan dari kepribadian seorang Muslim yang mendamba bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...