Rajin Shalat, Tapi Bermaksiat? Ini 5 Penjelasan KH Muhammad Arifin Ilham

Di dalam surat al-‘Ankabut [29] ayat 45, Allah Ta’ala berfirman,

- Advertisement -

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat (mampu) mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Meski shalat disebutkan sebagai pencegah bagi seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar, banyak fakta berlainan yang kita dapati di masyarakat. Ada begitu banyak kaum Muslimin yang ‘shalat terus maksiat jalan’. Oleh karena al-Qur’an yang bebas dari kesalahan sebab merupakan firman Allah Ta’ala, fenomena orang yang rajin shalat tapi bermaksiat ini bisa dijelaskan dalam lima hal.

Lima hal ini merupakan penjelasan Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham dalam buku Mutiara Hikmah Facebook 1.

Pertama, mereka belum memahami dengan baik syarat, rukun, tujuan, dan bacaan shalat. Shalatnya hanya ikut-ikutan. Bacaan, syarat, dan rukun shalat yang mereka ketahui hanya warisan, bukan merupakan sebuah pemahaman mendalam yang berasal dari kesadaran nurani.

Kedua, ketidakhadiran hati. Dia tidak menyadari bahwa Allah Ta’ala Maha Mengetahui, Mahakuasa, Maha Berkehendak. Hatinya tidak bergetar saat mendirikan shalat. Padahal saat itu, dia berhadapan langsung dengan Tuhan Semesta Alam Raya.

Ketiga, membawa urusan dunia saat shalat. Shalatnya hampa karena lebih banyak mengingat urusan dunia saat shalat. Salah satu efeknya, mereka melupakan rakaat shalat.

- Advertisement -

Keempat, masih mengonsumsi makanan yang haram. Keharaman yang masuk ke dalam badannya menjadi penghalang hingga dirinya sukar terhubung dengan Zat Yang Mahasuci.

Kelima, tiada kesungguhan untuk bertaubat. Shalat dijalankan, tapi masih suka bermain-main bahkan bergelimang dalam kemaksiatan. Dosa maksiat itulah yang menjadi hijab antara dirinya dengan Allah Ta’ala.

Di akhir penjelasannya, dai asal Banjarmasin ini mengutip firman Allah Ta’ala,

“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu. Sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 43)

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (Qs. asy-Syu’ara’ [26]: 218-219)

- Advertisement -

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...