Jika Tak Sertakan Ini, Shalat Anda Malah Sebabkan Siksa

Shalat merupakan tiang agama. Siapa yang mendirikannya dengan benar, maka ia telah menegakkan agama yang mulia ini. Dan siapa yang meninggalkannya, maka ia telah merobohkan agamanya ini.

- Advertisement -

Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab di akhirat kelak. Siapa yang baik shalatnya, maka baik pula hisab untuk amalan lainnya. Dan siapa yang buruk shalatnya, maka buruk pula hisab untuk amalan lainnya.

Shalat merupakan mi’rajnya orang beriman. Ia merupakan sarana naiknya ruhani untuk berhadap-hadapan langsung dengan Allah Ta’ala tanpa perantara. Inilah bentuk komunikasi paling akrab dan sakral antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Shalat merupakan sarana meminta tolong kepada Allah Ta’ala. Ia disejajarkan dengan sabar sebagai amalan utama selain syukur. Sabar dan shalat merupakan paket lengkap bagi kaum Muslimin beriman yang mendambakan pertolongan Allah Ta’ala di dunia dan akhirat.

Shalat juga menjadi sebab bagi pencegahan perbuatan keji dan mungkar. Ia mampu menjadi rem bagi seorang hamba dari segala bentuk kesia-siaan, keburukan, maksiat, dan dosa. Ia merupakan alarm yang membangunkan seorang hamba dari lalai yang menjerumuskan.

Namun, Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan dalam buku Bidayatul Hidayah, ada shalat yang justru membawa pelakunya menuju siksa. Shalat bukan penyelamat baginya, tapi penjerumus ke dalam sengsara.

Shalat seperti apakah yang dimaksud oleh Imam al-Ghazali ini?

- Advertisement -

Beliau mengutip penjelasan Imam Hasan al-Bashri yang bertutur, “Setiap shalat yang tidak disertai oleh kehadiran hati, maka akan cepat menuju siksa.”

Sungguh, ini peringatan besar bagi sebagian besar kita, kaum Muslimin. Di manakah posisi kita? Bagaimana kualitas shalat yang kita dirikan? Apakah kita telah bersungguh-sungguh dalam belajar menggapai derajat khusyuk? Atau lebih banyak lalai sehingga tiada kehadiran hati di dalamnya?

Alih-alih mengantarkan kita pada derajat dekat kepada Allah Ta’ala, jangan-jangan shalat yang kita kerjakan hanya menyebabkan pegel dan lelah serta buang-buang waktu semata.

Ya Allah, tolonglah kami untuk senantiasa mengingat Engkau, mensyukuri nikmat yang Engkau berikan, dan membaguskan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, anugerahkanlah kami kekhusyukan dalam setiap shalat yang kami dirikan.

- Advertisement -

Ya Tuhan Kami, jadikan kami dan keturunan kami sebagai orang yang mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha mengabulkan doa. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku Bidayatul Hidayah tulisan Imam al-Ghazali bisa dibeli di 085691479667

- Advertisement -

Terbaru

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...