Peristiwa yang Membuat Abdullah bin Abbas tidak Bisa Tidur Semalaman

ilustrasi @totallycoolpix
ilustrasi @totallycoolpix

- Advertisement -

Para sahabat Rasulullah Saw adalah generasi terbaik yang mencontoh perilaku Rasulullah Saw sebagai guru kehidupan. Rasulullah Saw telah memberikan teladan kehidupan dalam seluruh aspek; dari bangun tidur hingga tidur kembali, mulai masalah paling kecil dan ringan hingga persoalan terbesar dan rumit.

Barisan sahabat yang diridhai Allah Ta’ala itu adalah cermin terbaik seorang murid yang meneladani gurunya. Kehidupan mereka juga teladan seorang guru kepada murid-muridnya hingga akhir zaman. Pasalnya, tak ada lagi generasi terbaik selepas wafatnya para sahabat Nabi yang dimuliakan Allah Ta’ala ini.

Dalam parade sahabat nan dimuliakan itu, ada sosok Abdullah bin ‘Abbas yang amat dalam nan murni pemahamannya terhadap al-Qur’anul Karim. Darinya banyak didapati tafsir shahih yang direkomendasi oleh Nabi sebagai sosok yang menerima al-Qur’an langsung dari Allah Ta’ala melalui malaikat Jibril, imamnya para malaikat.

Dalam sebuah riwayat oleh Ibnu Abi Mulaikah, ia menceritakan bahwa suatu malam, Abdullah bin ‘Abbas ini tidak bisa tidur semalaman. Sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir, ”Suatu ketika aku mengunjungi Abdullah bin ‘Abbas Ra.” Dalam kunjungan kepada sahabatnya itu, yang dikunjungi menuturkan, “Tadi malam aku tidak dapat tidur hingga pagi hari.”

Ibnu Abi Malikan pun bertanya, “Mengapa demikian, duhai Sahabatku?”

Abdullah bin ‘Abbas menuturkan, ”Telah muncul binatang berekor,” lanjutnya menerangkan, “Maka aku khawatir jika hal itu menjadi tanda akan munculnya Dukhân (kabut).”

- Advertisement -

Kabut adalah salah satu ciri terjadinya Kiamat. Dalam hal ini, ahli tafsir berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa kabut itu telah muncul dalam Perang Badar, namun sebagian lainnya berpandangan bahwa kabut itu akan muncul kembali menjelang Hari Kiamat.

Kabut ini menjadi pembeda antara orang yang beriman dengan orang yang kafir, musyrik dan munafiq. Ketika yang terkena kabut tersebut adalah kelompok yang beriman, maka ia hanya akan menderita penyakit sejenis flu. Namun, tatkala yang menghirupnya adalah orang kafir, musyrik maupun munafiq, maka kabut itu akan menimbulkan kembung hingga menyebabkan penyakit nan membahayakan.

Lantaran dahsyatnya itu, Abdullah bin ‘Abbas melanjutkan penuturnannya kepada tamunya itu, “Itulah yang menyebabkan aku tidak dapat tidur semalaman sampai pagi hari.” [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...