Gagah-Gagah Kok Disiksa dan Masuk Neraka

Kaum ini berbadan besar, kuat, dan gagah. Mereka juga mampu membuat bangunan-bangunan kokoh menjulang yang menantang langit. Mereka memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh kaum-kaum sebelumnya.

- Advertisement -

Lantaran kekuatan fisiknya itu, mereka berkeliling ke berbagai penjuru untuk menjajah dan menindas. Mereka berlaku zhalim dan sombong. Mereka amat jauh dari nilai-nilai kebaikan dan kebenaran hingga diutuslah seorang utusan dari kaumnya sendiri.

Kepada mereka, Allah Ta’ala turunkan laki-laki dari nasab paling mulia. Ialah Hud ‘Alaihis salam yang diutus kepada kaum ‘Aad.

Kepada kaumnya itu, Hud ‘Alaihis salam menyampaikan dakwah. “Sembahlah Alla Ta’ala yang tiada Tuhan (yang haq) disembah selain Dia.”

Lantaran kelebihan fisik di dalam dirinya, terbitlah sombong di dalam dada-dada pemimpin dan pemuka kaum mereka. Mereka menyebut Hud ‘Alaihis salam sebagai orang yang hilang akal. Gila. “Mosok, kita harus meninggalkan sesembahan yang banyak untuk satu-satunya sesembahan?” ujar mereka.

Tidak semua kaum ‘Aad menolak. Sebagian mereka mengikuti dakwah Nabi Hud ‘Alaihis salam. Tapi hanya secuil. Itu pun dengan sembunyi-sembunyi.

Kepongahan mereka semakin bertambah. Bukan hanya menolak menyembah, mereka justru menantang agar Allah Ta’ala menurunkan siksa baginya.

- Advertisement -

Hud ‘Alaihis salam pun menyahut, “Kelak, azab pasti datang. Aku menunggu sebagaimana kalian juga menunggu.”

Setelah lama dalam kezhaliman yang besar, syirik, dan sombong, azab pun diturunkan. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Allah Ta’ala memberikan azab kepada kaum ‘Aad berupa angin kencang yang menerbangkan mereka.

Setelah terbang tinggi, mereka dijatuhkan ke tanah. Kepala jatuh terlebih dahulu hingga patah bahkan terpotong. Kepala berpisah dengan badan. Mengenaskan.

“Allah Ta’ala membinasakan mereka melalui embusan angin yang sangat kencang yang dapat menerbangkan salah seorang dari mereka ke udara, lalu menjatuhkannya ke bumi dengan kepala di bawah sehingga kepalanya terpisah dari badannya.” tulis Imam Ibnu Katsir menjelaskan di dalam Tafsirnya.

Beliau pun mengutip Firman Allah Ta’ala,

- Advertisement -

“Seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Qs. al-Haqqah [70]: 7)

Jangan bangga dengan fisik yang penuh pesona nan gagah. Sebab semua itu tak kuasa menolong seseorang dari  azab Allah Ta’ala yang amat pedih. Jangan bangga. Sebab Allah Ta’ala Mahakuasa dan Mahakuat. Amat mudah bagi-Nya untuk membinasakan siapa yang Dikehendaki-Nya binasa; siapa pun yang sombong dengan menentang ayat-ayat-Nya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Beli Tafsir Ibnu Katsir di 085691548528

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...