Keji! Ayah Sodo*i Anak Kandungnya

Betapa malangnya nasib anak laki-laki yang baru akan memasuki usia remaja ini. Masa depannya hancur. Bukan di tangan penjahat, tapi lebur oleh orang yang seharusnya dia jadikan teladan dan pelindung. Bukan di tempat yang jauh, tapi dirusak parah di rumah yang seharusnya menjadi lokasi aman dan nyaman untuk bertumbuh.

- Advertisement -

Laki-laki ini, dizinai secara tidak beradab, penuh kekejian dan kerusakan. Oleh ayah kandungnya. Disodomi.

Kejadiannya bermula ketika sang ibu berangkat kerja. Di luar rumah. Kondisi ekonomi yang semakin rumit menuntut wanita ini untuk beranjak ke luar rumah demi mengupayakan kenyangnya perut. Dia bekerja, sementara suaminya di rumah.

Saat itu, laki-laki yang juga menjadi suami si wanita mengundang anak laki-lakinya. Sang anak yang tak berdosa diminta membuka celana. Lalu ayahnya melakukan tindakan yang sama sekali tidak dipahami oleh anaknya. Si anak hanya diam. Mentalnya bertanya-tanya. Tertekan.

Sekali dilakukan, sang anak belum berani bertutur kepada ibu atau anggota keluarga lainnya. Tindakan tak bermoral yang merupakan penyakit itu terulang sampai beberapa kali. Setelah beban di jiwanya bertumpuk, si anak memberanikan diri mengisahkan apa yang dia alami kepada ibunya.

Sang ibu kaget bertumpuk bingung. Benar-benar tak masuk akal. Tapi pengakuan sang anak juga tak bisa diacuhkan begitu saja.

Akhirnya, sang istri melaporkan tindakan tak bermoral ini kepada pihak berwajib. Sang polisi segera menindaklanjuti dan menggelandang laki-laki yang tak menggunakan logikanya hingga melakukan tindakan tersebut kepada anak kandungnya.

- Advertisement -

Sahabat, kisah ini nyata. Terjadi baru-baru ini di salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat. Sebuah kisah pilu yang mencengangkan siapa yang mendengar atau membacanya. Jangankan orang lain, keluarganya pun tercengang.

Karena itu, sebelum penyakit ini menjalar ke berbagai lini kehidupan, segeralah lakukan tindakan pencegahan. Bentengi keluarga dengan nilai-nilai agama dan adab timur yang sudah lama dianut oleh sesepuh kita. Jangan biarkan budaya-budaya barat yang merusak masuk ke dalam sendi kehidupan yang kita jalani.

Jika kita bersikap tidak peduli, bukan mustahil bahwa penyakit ini akan mewabah dan dianggap menjadi biasa oleh sebagian besar warga di negeri mayoritas Muslim ini.

Ya Allah, lindungi keluarga dan kaum Muslimin dari jahat dan kejinya penyakit ini.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -