Jika Surga dan Neraka Ditakdirkan, Buat Apa Beramal?

2
source: www.dpudt.daaruttauhiid.org

Persoalan takdir ini harus dipahami dengan baik agar seorang hamba tidak salah paham hingga salah melangkah. Jika salah memahami takdir bisa berakibat fatal berupa tindakan apatis dan enggan beramal.

Di antara dalih yang mereka gunakan adalah kalimat; jika surga dan neraka sudah ditakdirkan untuk siapa, untuk apa kita beramal? Andai semua orang berbuat taat, siapakah yang akan masuk ke dalam neraka? Dan dalih-dalih lain yang terdengar manis, padahal maknanya hanya mengandung kepahitan di dunia yang kelak berlanjut kepada kepahitan abadi di neraka jahannam.

Pahamilah takdir dengan benar. Pahami takdir sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan sikapilah ilmu terkait takdir sebagaimana pemahaman para sahabat Nabi yang mulia.

Suatu hari, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada para sahabat terkait takdir. Lantas, beberapa sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Jika demikian ya Rasulullah, apa gunanya beramal?”

Di antara sabda beliau yang masyhur soal takdir, bahwa seorang hamba yang sudah ditakdirkan menjadi ahli surga, maka  ia akan dimasukkan ke dalam surga meski sepanjang hidupnya beramal dengan amalan ahli neraka, tapi bertaubat tepat ketika hendak meninggal dunia.

Sebaliknya, seorang hamba yang ditakdirkan menjadi ahli neraka, maka ia pasti masuk ke dalam neraka, meski sebelumnya melakukan amalan-amalan ahli surga. Sebabnya, ia meninggal dunia saat tengah melakukan amalan ahli neraka, su’ul khatimah.

Lantas, kepada para sahabat yang menyampaikan pertanyaan ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan jawaban, “Berusahalah kalian. Sebab, setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan baginya.”

Maknanya, Allah Ta’ala akan memudahkan para ahli surga untuk beramal dengan amalan ahli surga. Atau, amalan ahli surga itu akan dijadikan kegemaran bagi seorang hamba hingga meninggal dunia. Sebaliknya, jika seseorang terbiasa dengan melakukan amalan ahli neraka, maka ia pun akan meninggal dalam keadaan demikian.

Hal ini selaras dengan sebuah kaidah yang mengatakan, “Bagaimana kamu hidup, seperti itulah kelak kamu dimatikan. Dan seperti apa kamu dimatikan, maka sedemikian itulah kelak kamu dibangkitkan.”

Semoga Allah Ta’ala kurniakan husnul khatimah kepada kita. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDivonis Mati dalam Dua Bulan, Laki-laki Ini Sembuh setelah Berhaji
Berita berikutnyaSahabat Nabi yang Suaranya Lebih Baik dari 100 Pedang di Medan Jihad

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.