Benarkah Nabi Isa ‘Alaihis salam Mampu Berjalan di Atas Air? Inilah Penjelasannya

Sang sufi besar Imam al-Harits al-Muhasibi mengatakan dalam Risalah al-Mustarsyidin, “Tidak satu pun manusia yang mampu menggapai puncak keyakinan karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, ‘Tidak seorang pun hamba Allah Ta’ala yang mampu mencapai hakikat-Nya.’”

- Advertisement -

Imam al-Harits al-Muhasibi melanjutkan, “Para sahabat bertanya, ‘Konon, Isa bin Maryam ‘Alaihis salam mampu berjalan di atas air?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjawab, ‘Jika keyakinan dan rasa takutnya lebih dari itu, niscaya dia mampu berjalan di udara.’”

Benarkah Nabi Isa ‘Alaihi salam mampu berjalan di atas air? Apa derajat hadits yang menyebutkan, ‘Jika keyakinan dan rasa takutnya (Nabi Isa ‘Alaihis salam) lebih dari itu, niscaya dia mampu berjalan di udara.’?

Menjelaskan perkataan Imam al-Harits ini, Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah membedahnya. Kata beliau, “(Derajat) hadits ini maudhu’ (palsu). Jalur periwayatannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak benar, sebagaimana dijelaskan dalam Ihya’ ‘Ulumuddin.”

Beliau menambahkan, kalimat ini merupakan perkataan Bakr bin Abdillah al-Muzni yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya di dalam kitabnya, al-Yaqin.

Disebutkan dalam al-Yaqin, para Hawari mencari Nabi Isa ‘Alaihi salam. Sebagian penduduk mengatakan bahwa anak Maryam ini menuju ke arah laut. Mereka menyusul, lalu melihat Nabi Isa berjalan di atas air. Nabi yang kelak diutus di akhir zaman ini, tutur Bakr bin Abdillah melanjutkan penuturannya, berkata, “Jika manusia sudah yakin, meski keyakinannya sebesar rambut, niscaya dia mampu berjalan di atas air.”

Dari jalur yang lebih lengkap, Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkan dalam kitab az-Zuhd dari Bahz, dari Abu Hilal, dari Bakr bin Abdillah. Disebutkan sekelompok Hawari melihat Nabi Isa ‘Alaihis salam sedang berjalan di atas air. Salah seorang di antara mereka berkata, “Wahai Nabi Allah, bisakah kami berjalan di atas air?”

- Advertisement -

“Bisa.” jawab Nabi Isa ‘Alaihis salam.

Salah seorang di antara mereka pun melangkahkan satu kaki di air dan diikuti kaki kedua. Seketika itu juga, dia tenggelam.

Kata Nabi Isa ‘Alaihis salam, “Ulurkan tanganmu, hai orang yang imannya kurang. Apabila manusia memiliki keyakinan seberat biji sawi, maka ketika itu pula, dia akan mampu berjalan di atas air.”

Di akhir penjelasannya, Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah mengatakan, “Ini kisah Israiliyat. Tidak perlu dipercaya, tidak pula dianggap bohong. Kita boleh mengisahkannya demi mengambil hikmah dan pelajaran.”

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...