10 Bungkus Nasi yang Membawa Berkah

Jumat pagi, dia beserta istri dan anaknya sudah siap dengan bekal dan sepeda motor yang terjaga. Tak lupa satu bungkus tas kresek besar dengan isi 10 bungkus makanan sudah dia siapkan. Setelah makan pagi dan berdoa, maka tepat pukul 07.30 WIB melajulah dia menyusuri jalanan kota. Dengan wajah ceria dan penuh semangat dia sapa pagi beserta pernak-pernik yang menyertainya.

- Advertisement -

Sambil menyetir, dia dan istri mencari-cari sosok tujuan dan sasaran yang tepat. Sesekali senyum mereka merekah saat bertemu tukang becak dan atau pemulung sampah. Dengan cepat dan sigap segera dia hentikan sepeda motor, menyalami mereka dan memberikan sebungkus makanan dengan penuh ramah.

Pokoknya, jika dia melihat seseorang yang membutuhkan makanan di pagi hari itu, maka dia hentikan motor dan memberikan bungkusan makanan bawaannya. Begitulah sampai genap 10 tujuan dan sasaran sudah mereka tuntaskan tidak sampai pukul 10.00 WIB. Jum’at pagi nan berkah serasa istimewa dengan senyum yang sumringah.

Begitulah diceritakan seorang teman, setelah sama-sama kita berbagi cerita. Dia orang biasa, seorang pekerja pabrik sama seperti saya. Keistiqomahan dan keyakinannya memang patut dicontoh. Rutinitas sedekah di hari Jumat yang luar biasa ini sudah dilakukannnya beberapa bulan terakhir.

Entah ide dari mana dia dapatkan. Yang jelas Allahlah yang membuka jalan. Kehidupannya tenang, dia memulai usaha kecil-kecilannya pun juga lancar, dan keistiqomahan dalam beribadah yang terjaga menjadkan dia semakin semangat menggapai ridhoNya dengan wasilah sedekah. Dia yakin dengan jalan sedekah jalan hidupnya akan dipermudah oleh Allah. Dosa dan kesalahannya akan diampuni . Ketika dia memberi 10 maka Allah akan menggantinya dengan 7000 kali lipat. Dia juga yakin bahwa Simple dan singkat saja dia menceritakannya. Subhanallah, terharu dan iri kumendengarnya.

“ Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261).

Pembaca yang budiman, kadangkala kita ini begitu tinggi hati dengan apa yang kita miliki. Kadangkala ibadah dan amal yang tidak seberapa membuat kita malah lupa. Banyak contoh dan hikmah yang bertebaran di dunia ini yang tidak kita lihat. Maka mari kita buka hati, buka mata, buka telinga dan buka mulut untuk banyak berkomunikasi dengan sesama. Siapa tahu di sela-sela pembicaraan dan cerita terselip hikmah yang luar biasa. Termasuk dalam hal mengutamakan infaq/sedekah, kadang kita kalah dengan mereka yang dari sisi kemampuan finansialnya mungkin di bawah kita. Semoga menjadi pelajaran bagi saya khususnya dan pembaca semua. Wallahua’lam bishowab. (Syahrul M/Kisahikmah.com)

- Advertisement -

Terbaru

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...