Dibenci Banyak Manusia, Tapi Merupakan Amalan Paling Utama dalam Islam

0
sumber gambar: www.wnyc.org

Syaikh Dr ‘Abdullah ‘Azzam menjelaskan amalan ini dalam Tarbiyah Jihadiyah dengan mengatakan, “Kewajiban yang turun dari atas langit yang tujuh, tidak ada yang memikulnya kecuali jiwa-jiwa yang telah dipersiapkan oleh Allah Ta’ala, dipelihara, dijaga, dan dilindungi-Nya. Tanpa itu, siapa pun akan terpuruk di pertengahan jalan, kendati ia memiliki fisik yang kuat.”

Inilah ibadah utama. Inilah puncak tertinggi dalam agama Islam yang mulia. Inilah kewajiban. Inilah amalam paling utama, meski banyak manusia membencinya.

“Wahai saudara-saudaraku,” lanjut Syaikh Dr ‘Abdullah ‘Azzam, “jihad pada dasarnya merupakan sesuatu yang dibenci oleh diri manusia. Kepada manusia-manusia pilihan yang dipilih-Nya-yang pertama kali-untuk menyampaikan risalah-Nya ke segenap alam.”

Sang Doktor bidang Ushul Fiqih ini pun mengutip surat al-Baqarah [2] ayat 216.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu merupakan sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Ada yang mencintai pertempuran? Siapa manusia yang mendamba hidup serbakekurangan dengan ancaman kehilangan nyawa setiap saat? Siapa yang ridha meninggalkan pasangan hidup, anak-anak, keluarga, dan semua pencapaian materi duniawinya?

Sungguh, jihad itu dibenci. Sungguh, jihad itu tidak sesuai dengan fitrah manusia yang mencintai kenyamanan dan kenikmatan dalam hidup.

Namun, orang-orang beriman memahami hal ini dengan baik. Orang-orang beriman ialah mereka yang mengesampingkan kenikmatan fisik demi pencapaian ruhani. Orang-orang beriman ialah mereka yang menceraikan dunia dan sangat mengharapkan kehidupan akhirat yang abadi dengan seluruh kenikmatannya.

Itulah sebabnya hingga orang-orang beriman bergegas dalam jihad. Sebab mereka memahami, jihad merupakan satu di antara sekian banyak puncak amalan di dalam Islam yang mulia.

“Dan puncak Islam yang tertinggi,” sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam at-Tirmidzi Rahimahumallahu Ta’ala dengan derajat hasan ini, “ialah jihad.”

Bersunguh-sungguhlah, wahai kaum Muslimin. Siapkan diri, fikiran, dan ruhani. Agar engkau layak terpilih sebagai satu di antara sekian banyak pejuang di jalan Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaUlama’ yang Menjual La Ilaha Illallah demi Sekerat Roti
Berita berikutnyaMeski Diremehkan, Amalan Ini Selamatkan ‘Umar bin Khaththab dari Siksa Neraka