Bacaan Shalat Subuh yang Membuat Rasulullah Marah Besar

0
62055
sumber gambar: www.youtube.com

Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah atas nama pribadi. Beliau yang mulia hanya marah jika ada aturan-aturan Allah Ta’ala yang dilanggar. Salah satunya dalam kisah berikut ini. Beliau marah besar dan langsung berpidato lantaran kesalahan yang dilakukan oleh imam shalat Shubuh. Beliau marah karena bacaan shalat Shubuh imam.

“Aku sengaja terlambat shalat Shubuh berjamaah karena bacaan al-Qur’an si Fulan.” tutur salah satu kaum Muslimin.

“Sebab,” lanjutnya sampaikan pengaduan, “jika si Fulan yang menjadi imam, bacaannya sangat panjang.”

Seketika itu juga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah besar. Beliau langsung mengumpulkan kaum Muslimin dan menyampaikan pidatonya.

“Hai segenap manusia, sesungguhnya di antara kalian ada sikap yang membuat banyak orang menjauhi kebaikan (munaffir). Maka siapa saja yang menjadi imam dalam shalat, hendaklah dia memendekkan bacaan. Sebab di belakangnya ada orang tua renta, anak kecil, dan orang yang terdesak keperluan.”

Hadits dengan derajat muttafaq ‘alaih ini dikutip oleh Dr ‘Ali Hasyimi dalam buku Membentuk Kepribadian Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah.

***

Siapa pun kita adalah dai. Kita memiliki misi mengajak sebanyak mungkin umat manusia untuk merasakan indahnya Islam dan manisnya iman. Jangan sampai kita justru menjadi sebab bagi sebanyak mungkin orang hingga menghindar, menjauh, bahkan takut dengan Islam yang amat mulia.

Bersikaplah bijak. Jangan sampai salah bertindak. Sebab apa pun tindakan yang kita kerjakan, ianya akan dinisbatkan kepada Islam sebagai agama yang kita peluk dan amalkan dalam keseharian.

Membaca surat dalam shalat hukumnya sunnah. Sedangkan mengajak orang agar berislam dan istiqamah dalam Islam hukumnya wajib. Jangan sampai karena bacaan kita terlalu panjang dalam shalat Shubuh atau yang lainnya menjadikan orang-orang menghindar, bahkan kaum Musimin turut menjauh.

Sebab, jamaah memiliki keperluan dan karakternya masing-masing. Ada yang sudah tua, menderita penyakit, atau memiliki jadwal kerja yang ketat hingga harus bergegas, tidak bisa berlama-lama di masjid untuk shalat berjamaah.

Namun, jika disepakati di sebuah masjid dan jamaah sudah mengetahuinya, memanjangkan bacaan bukan menjadi masalah. Sebab hal itu bisa menjadi sarana pembelajaran agar kita mampu menggapai shalat yang khusyuk.

Dan jika masjid di sekitar rumah kita membiasakan bacaan pendek atau sedang dalam shalat berjamaah, hendaknya kita berupaya sungguh-sungguh untuk tetap menikmati shalat dengan memanjangkan bacaan dalam shalat sunnah. Baik rawatib, Dhuha, Tahajjud, atau shalat sunnah lain yang disyariatkan.

Jangan sampai terburu-buru saat shalat sunnah sendirian, namun berlama-lama tatkala menjadi imam shalat berjamaah. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]