Mengapa Disebut Ayat Kursi, Apa Arti Kursi di Sini?

0
2828
arti kursi
ilustrasi (takrim.com)

Surat Al Baqarah ayat 255 disebut ayat kursi. Mengapa disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ) dan apa arti kursi di sini? Berikut ini penjelasannya.

Disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ) karena di dalam ayat 255 surat Al Baqarah ini ada kalimat (kata) kursiyyuhu (كُرْسِيُّهُ).

Lalu apa arti kursi pada ayat ini? Dalam Tafsir Al Munir, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa makna asal Al Kursi adalah Al ‘Ilmu (ilmu). Oleh karena itu para ulama disebut juga dengan sebutan al karaasi karena mereka adalah orang-orang yang dijadikan pegangan atau sandaran.

Pendapat lain yang juga dikutip Syaikh Wahbah menyebutkan, yang dimaksud dengan Al Kursi dalam ayat 255 Surat Al Baqarah adalah keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi tidak ada apa namanya al kursi (kursi atau tempat duduk), tidak ada al qu’ud (duduk) dan tidak ada al qaa’id (yang duduk). Hal ini seperti firman Allah dalam Surat Az Zumar ayat 67.

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az Zumar: 67)

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan Al Kursi di sini adalah kerajaan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hasan Al Bashri berpendapat yang dimaksud Al Kursi di dalam ayat ini adalah arsy.

Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “yang benar adalah bahwa Al Kursi bukanlah arsy karena arsy lebih besar dari al kursi sebagaimana dijelaskan oleh beberapa hadits dan atsar.

Berikut ini bacaan ayat Kursi, tulisan latin dan terjemahnya:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai keutamaan dan keajaiban ayat kursi yang bersumber dari sejumlah hadits, silahkan dibaca di artikel Ayat Kursi

Demikian arti kursi dan mengapa QS Al Baqarah 255 disebut ayat kursi. Semoga bermanfaat. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

Previous articleBikin Nangis, Begini Pesan Terakhir Nabi Jelang Wafatnya
Next articleKisah Rasulullah Terpesona di Sidratul Muntaha
CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah