Kisah Qabil dan Habil (yang Benar) Sesuai al-Qur’an dan Hadits

12

Di antara kisah-kisah yang perlu diluruskan terkait para Nabi dan Rasul serta dakwahnya adalah kisah Qabil dan Habil. Pasalnya, kisah ini banyak diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak berilmu atau musuh-musuh Islam yang sengaja mendistorsi ajaran Islam yang mulia. Di antara yang paling masyhur terkait kisah ini, bahwa Qabil membunuh adiknya, Habil, hanya karena wanita. Padahal, ada hal lain yang lebih penting dan luput diceritakan.

Berdasarkan al-Qur’an

Oleh karena itu, jika hendak mengetahui kisah ini secara detail dan runut, maka kaum Muslimin harus merujuknya kepada sumber yang senantiasa jernih, telaga yang tak pernah keruh, dan berita yang senantiasa benar hingga akhir zaman, al-Qur’an al-Karim.

Di antara ayat yang megisahkan Qabil dan Habil adalah surat al-Maidah [5] ayat 27-31. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka. Dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.” Maka hawa nafsunya (Qabil) menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Sebab itu, dibunuhlah ia (Habil). Maka jadilah ia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya (Habil). Berkata Qabil, “Aduhai celaka aku. Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu, jadilah dia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang menyesal.

Menafsirkan rangkaian ayat yang panjang ini, Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsirnya, “Allah Ta’ala menjelaskan buruknya akibat kejahatan, kedengkian, dan kezaliman dalam kisah dua orang putra Nabi Adam ‘Alaihis salam dari keturunannya langsung.”

Terkait nama kedua anak Nabi Adam ‘Alaihis salam itu, Imam Ibnu Katsir menyatakan, “Jumhur ulama sepakat bahwa nama kedua anak Nabi Adam itu adalah Qabil dan Habil

Kronologi Kisah yang Beredar

Setiap kali hamil, istri Nabi Adam (Hawa) melahirkan dua anak kembar (laki-laki dan perempuan). Allah Ta’ala pun mensyariatkan agar menikahkan putra Nabi Adam dengan putrinya dari pasangan kembaran yang berbeda (bersilangan).

Qabil dilahirkan bersama dengan kembarannya yang berparas cantik. Sedangkan Habil dilahirkan bersamaan dengan kembarannya yang tidak terlalu cantik. Sesuai syariat tersebut, Qabil akan dinikahkan dengan saudara kembar dari Habil, begitu pun sebaliknya.

Namun, sebab mendapati istri yang tidak terlalu cantik, Qabil berkeinginan menikah dengan saudara kembarnya sendiri yang cantik. Karenanya, Nabi Adam tidak memberi izin kecuali setelah keduanya saling memberi kurban (persembahan) kepada Allah Ta’ala. Siapa yang kurbannya diterima, demikian petunjuk dari Nabi Adam, maka wanita itu menjadi miliknya.

Nah, kurban Habil diterima, sedangkan kurban Qabil tertolak.

Berdasarkan Hadits Nabi

Hadits yang akan kami ringkas dalam tulisan ini diriwayatkan oleh al-‘Aufi dari ‘Abdullah bin ‘Abbas. Sedangkan yang meriwayatkannya adalah Imam Ibnu Jarir ath-Thabari sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

Saat itu belum ada orang miskin yang perlu disedekahi. Maka, dalam mempersembahkan kurban, Allah Ta’ala menerima kurban hamba-hamba-Nya dengan mengirimkan api untuk membakar apa yang dipersembahkan untuk-Nya. Kurban sendiri, saat itu, diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Lalu tersebutlah dua orang hamba yang tengah duduk-duduk. Kemudian, satu di antara mereka berkata, “Bagaimana kalau kita mempersembahkan kurban?”

Keduanya pun sepakat. Orang pertama adalah seorang penggembala, sedangkan yang satunya adalah petani. Si penggembala memberikan persembahan berupa kambing kibas terbaik (paling gemuk) yang dimilikinya. Sedangkan si petani memberikan kurban berupa hasil pertaniannya.

“Lalu,” tutur Ibnu Jarir dalam riwayat ini, “datanglah api di antara kedua persembahan itu. Maka api itu melahap kambing yang gemuk dan membiarkan hasil tanaman tersebut.”

Melihat ini, si petani pun berkata dengan nada mengancam, “Apakah kamu berpikir bahwa aku akan membiarkanmu pergi dari tempat ini sehingga orang-orang mengetahui bahwa kurbanmu diterima dan kurbanku ditolak?”

“Demi Allah,” lanjutnya berapi-api, “orang-orang tidak akan melihatku karena engkau lebih baik dari diriku.” Lanjutnya sampaikan ancaman serius, “Aku akan membunuhmu.”

“Apa salahku?” tanya si penggembala. “Sesungguhnya,” terangnya berkata, “Allah Ta’ala hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa.”

Penjelasan Imam Ibnu Katsir

Setelah mengetengahkan atsar di atas dalam Tafsirnya, Imam Ibnu Katsir berkata, “Atsar ini memberikan pengertian bahwa persembahan kurban itu bukan disebabkan untuk memperebutkan seorang wanita sebagaimana yang diceritakan oleh sekelompok kaum Muslimin.”

Lanjutnya menjelaskan makna ayat surat al-Maidah [5] ayat 27, “Redaksi ayat tersebut menunjukkan bahwa ia (Qabil) marah dan dengki atas diterimanya kurban saudaranya (Habil), sedangkan kurbannya sendiri ditolak.”

Demikian kisah ini kami ketengahkan sebagai salah satu upaya memahamkan diri dan kaum Muslimin atas apa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah yang lurus. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari berbagai macam jenis kesalahan dalam memahami Islam yang amat mulia ini. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDitungguin Rezeki
Berita berikutnyaLelaki yang Mendapat Warisan Dosa sampai Hari Kiamat

12 KOMENTAR

  1. Allah tidak menyebutkan namanya, hanya menyebutkan anak adam. Darimana asal habil dan qabil? Ht2 dlm copas menafsirkan, ingat Allah tdk menyebut dalam bahasa arab habil / qabil. Cb ente baca lg ayat trsbut. Syukron

  2. Nama qabil dan habil,tdak trdapat dalam Al Quran dan hadits yang shahih. Nama nama trsebut mrupakan israilliyat (cerita cerita bani israil).

  3. Ternyata Tuhan pun juga punya sifat rasis.. Apa sulitnya membakar kedua qurban bagi Tuhan? Atau memang Dia sengaja agar terjadi “perselisihan” di antara mereka? 😀

    • Tidak ada yg sulit bagi Allah Subhanaahu Wa Ta’laa, bahkan untuk membakar kedua Qurbannya.
      Anda hanya butuh sedikit lg untuk masuk kedalam pemahaman tentang masing-masing sifat Wajib dan sifat Mustahil-Nya. Bila sudah, maka “perselisihan” yg anda maksud, pasti sirna dari rabaan otak kepala…
      ( Trims&forgive for my reply)

  4. Ini yg komentar soal nama kyak nya kurang pemahaman yah…
    Dlm tafsiran diatas pun bisa d mengerti klo gak ada nama nya mkanya pake tanda kurung… Jadi… Anak nabi adam memang habil & qabil pada masa awal2 lahir nya .. Pada pertikaian nya gak ada nma pun gak apa.. Kan ada yg meninggal.. Nah tinggal cari tahu yg hidup siapa.. Keturunanya nnti siapa bin siapa.. Kn nabi yg kedua adalah nabi idris, tinggal cari silsilah nabi idris bin siapa.. Punya akal nalar dong . jgn dikit2 ngmong bani israil.. Suuzon pada firman ama aja menduakan Allah.swt lo mah dedi bin burhanudin…
    Cntoh aja gini.. Lo berantem ama adik lo… Kita gk knal.. Trus adik lo mati.. Trus lo nikah dan punya anak.. Kn tinggal tnya .. Eh bocah.. Bapak lo siapa nama nya.. Anak lo jwab ; Dedi…
    Jelas kan lo yg hidup

  5. mungkin Habil dan Qabil tuh cuma sbgai inisial aja.. krna d dalil jg nggk mngkin kan nulis ” si A sama si B.. atau si fullan 1 sama si fullan 2″ ..

    wallahu a’lam…

    trimaksih..

  6. Inti nya Allah menciptakan Adam dan hawa ada maksud dan tujuan seterusnya sampe sekarang..Malaikat pun bertanya kepada Allah..kenapa Engkau menciptakan Adam dan Hawa dimuka bumi ini..bukan nya manusia selalu membuat kekacauan dan kekerasan dimuka bumi ini..yg fakta nya sampe sekarang perkataan malaikat benar secara fakta..tpi Allah berkehendak lain..Hanya Allah yg Maha mengetahui tujuan Adam dan Hawa diciptakan..Malaikat cuma tahu kronologis nya aja manusia sumber dari malapetaka aja..klo menurut kacamata saya..Allah menciptakan Adam dan Hawa..untuk mengetahui antara kebaikkan dan kejahatan..orang yg baik hati bisa bercermin dari orang jahat supaya tidak menjadi orang jahat dan yg jahat bisa bercermin dari yg orang yg baik..sehingga yg jahat menjadi orang baik..dan sampai sekarang ini knapa bumi qta yg tercinta ini masih berputar dan terus berputar..qta tidak boleh menyalahkan si jahat atau memuji orang yg baik..karena Allah mempunyai tujuan nya dan menciptakan kejahatan dan kebaikkan..agar manusia mempunyai kehidupan bersinergi..coba anda bayangkan..dimuka bumi ini isi nya orang baik semua..tidak ada yg saling instropeksi karena isi bumi ini manusia nya baik semua atau sebaliknya di muka bumi ini manusia isi nya kejahatan semua..maka hancurlah bumi ini klo tidak ada satu pun kebaikkan..mungkin itulah tujuan Allah menciptakan Adam dan Hawa yang melahirkan anak2 nya Adam yg baik dan jahat..qta sebagai manusia yg di kodratkan oleh Allah kebetulan mempunyai sifat kebaikkan tidak boleh
    sombong dan wajib memberikan tentang kebaikkan kepada yg di kodratkan jadi jahat..karena biar bagaimana pun jahat nya seseorang itu udah di kodratkan sama Allah dan qta wajib meluruskan yg jahat jadi yg baik dan seterusnya..mungkin diluar bumi sama seperti manusia juga..seperti qta ketahui juga malaikat dan iblis adalah simbol kebaikkan dan kejahatan..dan yg qta ketahui juga iblis dan malaikat dulu nya pengghuni surga tidak ada kejahatan sama sekali waktu itu..ketika Allah menciptakan manusia ..barulah terlahir kebaikkan dan kejahatan..dan iblis pun menjadi simbol kejahatan..hanya KuasaMU lah kami takut dan selalu berusaha menuruti kehendakMU karena Engkau lah mempunyai segala MAHA Kehendak dan hanya Engkau yang Maha Tahu Segala nya..

  7. I often visit your website and have noticed that you don’t
    update it often. More frequent updates will give your website higher authority & rank in google.

    I know that writing content takes a lot of time, but you can always help yourself with miftolo’s tools which will shorten the time of creating an article to
    a few seconds.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.