Di Majlis Ulama Ini, Ratusan Orang Masuk Islam dalam Tiap Pertemuan

0
4180
ilustrasi persatuan kaum Muslimin @www.hidayatullah.com

Membaca sejarah kehidupan orang shalih adalah cara yang paling jitu untuk melejitkan keshalihan. Bukan sekadar teori, tapi kita melihat contoh nyata yang sangat mungkin untuk diteladani. Kisah-kisah mereka begitu hidup, meski berbilang ribuan tahun silam. Itulah kehidupan orang-orang yang hidup untuk umat. Itulah kehidupan orang-orang yang hidup untuk kehidupan setelah kematian.

Kami terperangah membaca kisah ini. Sang ulama diriwayatkan memiliki majlis dengan hadirin ribuan dalam setiap pertemuan. Ratusan di antara hadirin itu bertaubat, setiap kali pertemuan. Sang pemimpin majlis juga tercatat sebagai ulama yang sangat produktif menulis kitab-kitab rujukan sepanjang zaman.

“Aku merenungkan perintahnya itu (menyendiri dan menjauhi keramaian) secara mendalam. Ternyata sebagian besarnya berasal dari setan. Karena dia melihat majlisku selalu dipadati pengunjung yang tak terkira jumlahnya.”

Inilah majlis yang diberkahi. Pengisi majlis tidak dianjurkan untuk menutup majlisnya dengan alasan ingin menyendiri dan meninggalkan keramaian. Sebab ada banyak orang yang membutuhkan siraman ruhani dalam kehadiran dan bicaranya.

“Ada di antara mereka (pengunjung majlis) orang yang menangis, ada yang menyesali perbuatan-perbuatan dosanya, ada pula yang langsung bertaubat di tempat dan memutus urat nadi hawa nafsu (sering terjadi, orang yang bertaubat di majlisku mencapai 150 orang).”

Simaklah dengan iman. Betapa berkahnya? Menghadirkan ribuan orang bukanlah kuasa manusia. Hanya Allah Ta’ala yang Mahakuasa untuk menggerakkan hamba-hamba-Nya di majlis-majlis ilmu dan ketaatan.

Jika hadirkan pengunjung saja sukar, betapa lebih sukarnya lagi hingga mereka menangis menyesali dosa atau bertaubat atas kesalahan dan kekeliruan yang pernah diperbuat? Jika menjadi sebab taubatnya satu orang saja teramat sukar, bagaimana dengan menjadi sebab taubatnya ratusan orang dalam tiap kali pertemuan?

“Suatu saat,” pungkas sang ulama menulis pengakuannya, “ada seratusan orang lebih yang bertubat di majlisku dan sebagian besarnya adalah anak-anak muda yang telah lama larut dalam kelalaian dan kemaksiatan.”

Terpujilah sang ulama. Terhormatlah sang imam. Semoga Allah Ta’ala menerima seluruh amal shalihnya dan mengampuni semua dosa dan kekeliruannya.

Ulama ini adalah Imam Ibnul Jauzi Rahimahullahu Ta’ala. Kami mengutip kisah beliau dalam kitabnya, Shaidul Khatir yang monumental.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]