Tidak Ada Dosa Besar Jika…

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa beriman dan bertakwa kepada-Nya. Iman dan takwa yang dilakukan dalam amal shaleh itulah, yang insya Allah bisa mencegah diri dari melakukan dosa-dosa; besar maupun kecil.

- Advertisement -

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjanjikan kebinasaan bagi umatnya yang mengerjakan tujuh perbuatan yang termasuk dosa besar: syirik, memakan riba, zina, sihir, lari dari medan jihad, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, memfitnah muslimah baik-baik telah melakukan zina.

Dalam riwayat yang lain, di antara barisan dosa besar itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyebutkan; durhaka kepada orang tua, persaksian palsu, berkata dusta, membunuh anak karena khwatir dia akan merebut jatah makanmu (dan khawatir tidak bisa memberikan makan kepadanya), merampas kehormatan seorang muslim, saling mencaci dengan cacian, menzhalimi orang lain, meninggalkan shalat, menjamak shalat tanpa alasan yang syar’i (dibenarkan), dan lain sebagainya.

Sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak membedakan dosa besar dan dosa kecil, karena keduanya merupakan noda hitam di dalam hati, pangkal keburukan, alamat kecelakaan, dan menjauhkan pelakunya dari Allah Ta’ala sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat, ada penjelasan yang amat menarik dan sangat bagus dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu.

Thawus, sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim, bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Abbas, “Apakah tujuh dosa besar itu?” Jawab ‘Abdullah bin ‘Abbas seperti diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir ath-Thabari, “Dosa besar itu mencapai tujuh puluh macam, hal itu adalah lebih tepat dibandingkan hanya tujuh macam.”

Dalam riwayat yang lain dari Sa’id bin Jubair, Imam Ibnu Jarir ath-Thabari juga menyebutkan riwayat seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Ababs tentang tujuh dosa besar, tapi beliau menjawab, “Dosa besar mencapai tujuh ratus macam lebih, dibandingkan yang hanya berjumlah tujuh.”

Dalam lanjutan riwayat yang dinukil Imam Ibnu Katsir ini, ‘Abdullah bin ‘Abbas menyampaikan penjelasan, “Akan tetapi, tidak ada dosa besar jika disertai istrighfar, dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus.”

- Advertisement -

Inilah pendapat yang sangat baik dari faqihnya umat ini. Pasalnya, dosa besar memang akumulasi dan klimaks dari kebiasaan seseorang dalam melakukan dosa-dosa kecil yang dianggap remeh. Sebab terbiasa itu, lisan dan hati mereka enggan meminta ampun dengan istighfar. Padahal, jika di-istighfar-i, Allah Ta’ala akan mengampuni dan menjaga diri kita dari setiap ketergelinciran.

Di akhir penjelasan, ‘Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, “Setiap sesuatu yang merupakan kemaksiatan kepada Allah Ta’ala adalah dosa besar.” [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...