Seruan Cinta untuk Saudara Nashrani

Ada pemahaman yang harus disampaikan, sebab itulah esensi dakwah. Setelah menyampaikan, semuanya berpulang kepada Allah Ta’ala. Sebab para dai tidak memiliki sedikit pun kekuatan untuk melimpahkan hidayah kepada umat manusia.

- Advertisement -

Setelah Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam diangkat oleh Allah Ta’ala, pengikutnya dari kaum hawariyyun terbagi menjadi tiga kelompok. Di antara mereka, oleh Imam Ibnu Katsir disebutkan, “Ada yang murtad hingga dua belas kali.” Sedangkan dari tiga kelompok itu, dua di antaranya masuk neraka, dan satu masuk surga. Namun, satu golongan ini senantiasa ditindas oleh dua golongan lain hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diturunkan.

Ya’qubiyyah

Ialah kelompok pertama yang menganggap bahwa Nabi ‘Isa bin Maryam sebagai Tuhan. Tulis Imam Ibnu Katsir, “(Mereka) mengatakan, dia (‘Isa) adalah Allah, berada di antara kami sesuai kehendaknya dan sekarang naik ke langit.”

Nasthuriyyah

Ialah kelompok kedua yang menganggap ‘Isa ‘Alaihis salam sebagai anak Allah. Mahasuci Allah Ta’ala dari beranak dan beristri. Kata Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Kelompok lain (ini) mengatakan, dia (‘Isa) adalah anak Allah yang berada bersama kami sesuai kehendaknya. Kemudian diangkat oleh Allah kepada-Nya.”

Muslimin

Inilah golongan yang selamat. Mereka meyakini ‘Isa bin Maryam sebagai hamba dan Utusan-Nya. Allah Ta’ala mengutus Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam sesuai kehendak-Nya, dan mengangkatnya sesuai kehendak-Nya.

Sebuah Seruan Cinta

Bahwa berlebih-lebihan dalam agama adalah amalan yang terlarang. Apalagi menganggap manusia biasa sebagai anak Allah, bahkan menganggapnya sebagai Allah. Dan, Allah Ta’ala Mahasuci dari buruknya prasangka bersebab bisikan setan dan menuruti nafsu.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari ‘Umar bin Khaththab, Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jangalah kalian (berlebih-lebihan_ dalam menyanjungku sebagaimana orang-orang Nashrani (berlebih-lebihan dalam) menyanjung ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Maka katakanlah oleh kalian, ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’.”

- Advertisement -

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang bersaksi bahwa tiada Ilah yang hak diibadahi kecuali Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan (dia bersaksi) bahwa ‘Isa bin Maryam adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga itu haq dan neraka itu haq, niscaya Allah Ta’ala akan memasukkannya ke dalam surga sesuai amalnya.”

Dalam riwayat yang sama ditambahkan oleh al-Walid dari Junadah, “Dari kedelapan pintu surga, (dan) ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” Riwayat ini terdapat pula dalam Shahih Muslim. Wallahu A’lam. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...