Meski Buruk Rupa, Anak Ini Sangat Disayangi Nabi

Anak kecil ini berasal dari pedalaman. Suatu hari, ia datang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dengan membawa hadiah khas daerahnya. Nabi menerimanya dengan cinta yang tumpah. Kemudian memberikan balasan terbaik saat si kecil hendak pulang ke rumahnya.

- Advertisement -

Mesranya Nabi kepada anak ini.

Dalam kesempatan lain, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengunjunginya. Manusia paling mulia sepanjang zaman ini langsung menuju pasar. Sebab, si kecil terbiasa berjualan di pasar.

Nabi Shallallahu ‘Alaih Wa sallam mendatangi si kecil dari arah belakang, kemudian memeluknya. Memberikan kejutan sekaligus pertanda sayang, juga candaan khas orang tua kepada anaknya. Mengagetkan.

Tidak mengetahui siapa yang memeluknya dari belakang, si kecil yang disebutkan oleh Dr ‘Ali Hasyimi dalam Membentuk Kepribadian Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai anak yang buruk rupa ini meronta. “Siapa ini? Lepaskan aku!” teriaknya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tidak melepaskan dekapannya. Beliau hanya merenggangkan agar si kecil bisa menoleh ke arah belakang. Lepas mengetahui siapa yang mendekapnya penuh kejutan, si kecil justru menempelkan punggungnya lebih kuat ke dada Nabi.

“Siapa yang mau membeli budak ini?” ujar Nabi. Agak keras. Bernada canda.

- Advertisement -

“Wahai Rasulullah,” jawab si kecil, “hargaku pasti sangat murah!”

“Tapi,” tukas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, “di sisi Allah Ta’ala, engkau bukanlah seseorang yang dihargai murah.”

Bukan, Nak. Engkau bukan murahan. Manusia bisa saja melihatmu hina lantaran rupa yang kurang sempurna dalam pandangan mereka. Tapi, Allah Ta’ala tak pernah menilai seseorang murah hanya karena ukuran fisik.

Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Tapi di sisi Allah Ta’ala, hargamu sangat mahal.”

***

- Advertisement -

Inilah di antara akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang banyak dilupakan oleh kaum Muslimin. Entah lupa, meremehkan, atau tidak tahu. Bahkan, tak sedikit orang yang berlaku sebaliknya; menyelisihi NabI Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dalam riwayat ini.

Bukankah sebagian kita amat tidak mampu menunjukkan rasa sayang kepada anak-anak? Bahkan saat mereka bercanda di masjid, sebagian kita langsung memarahi mereka tanpa muatan hikmah di dalamnya.

Pun dalam keseharian. Kita terlalu kasar. Bahkan, tersenyum kepada anak-anak terasa amat berat. Apalagi bercanda!

Maka berbahagialah si kecil Zahir. Dia diberi rezeki mendapatkan kemuliaan dari manusia paling mulia, meski ia buruk rupa.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...