Presiden yang Lebih Buruk dari Lalat

0
Lalat @Kisah Hikmah

Semoga Allah Ta’ala menerima pengorbanan semua Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan hanya berharap Ridha dan surga-Nya.

Seorang Mujahidah bernama Zainab al-Ghazali diperlakukan secara biadab oleh rezim pemerintahan zalim di negerinya. Tubuh sang wanita muslimah itu, didera sebanyak 6800 cambukan.

Namun, beliau tetap tegar dan tak bergeser sedikit pun keteguhannya dalam membela agama Allah Ta’ala. Bahkan Jaksa Penuntut Umum yang piawai bersilat lidah, tak mampu membungkam kejujuran lisannya.

“Apakah benar bahwa kau pernah menyebut Presiden Gamal Abdul Nashr sebagai Abu Jahal.” Tanya jaksa mulai mengintrogasi.

“Benar,” tegasanya, “tapi aku menyesal menyebutnya demikian.” Lanjutnya menerangkan, “Ternyata dia bukan sekadar Abu Jahal (Bapaknya kebodohan),” pungkasnya mengatakan, “tapi dia adalah Abu Ajhal (Bapaknya segala kebodohan).”

Rupanya, beliau bukan melemah, justru semakin yakin dengan pendiriannya. Dalam persidangan yang lain ditanyakan kepadanya, “Apakah benar anda menyebut lalat kepada Tuan Presiden?”

Akunya, “Benar,” lanjutnya tak lama setelah itu, “tapi aku menyesalinya.” Bukan menyesal karena menyebut lalat sebagai perlambang keburukan, rupanya yang ia maksud bahwa presiden lebih buruk dari seekor lalat.

“Ada sebuah hadits shahih tentang lalat; dalam satu sayapnya ada racun, dan sayap yang lainnya sebagai penawar racun,” terangnya tanpa takut, “sedangkan orang itu sama sekali tidak ada obat dalam dirinya.”

“Lantas,” tanya jaksa, “apa nama dan sebutan anda pada Presiden?”

Maka Zainab al-Ghazali menjawab, “Saya menyebutnya Hantu Sawah.” Jelasnya penuh kemantapan, “Ialah orang-orangan yang terbuat dari kain gombal, dari kayu yang dipakaikan sepotong kain, yang fungsinya untuk menakut-nakuti manusia seperti tongkat menakut-nakuti burung.”

“Empat puluh juta manusia dikendalikan oleh sebuah tongkat?” hardik si Jaksa penuh kemarahan. “Ya,” lanjut Zainab, “tongkat yang dikendalikan dari luar.”

Yang ia maksud luar adalah kepentingan politik para musuh Islam yang berada di luar negeri; Amerika dan semua sekutunya, termasuk Zionis.

Demikianlah salah satu episode keteguhan para mujahid yang mendekam di balik jeruji besi karena rezim zalim yang memusuhi Islam dan kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala menolong para mujahid, di mana pun mereka berada. [Pirman]

Berita sebelumyaYa Rasulullah, Izinkan Saya Memenggal Leher Orang Ini
Berita berikutnyaKami Tidak Akan Pernah Gantikan Kalian di Neraka