Pernah Mendengar Suara Tanpa Rupa? Inilah yang Harus Anda Lakukan

Suhail bin Shalih berkisah. Suatu hari, ia diutus oleh ayahnya menuju perkampungan Bani Haritsah. Suhail pergi bersama pembantu ayahnya. Di tengah jalan, saat melewati kebun, mereka mendaati kejadian yang aneh. Ada suara yang memanggil namanya, tapi tidak dijumpai sosok pemanggil.

- Advertisement -

Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan menyimpan tanya penasaran. Sekembalinya di rumah, Suhail pun mengisahkan pengalamannya itu. Tunai mendengarkan kisah anaknya dengan cermat, Abu Shalih menjawab, “Jika tahu bahwa kau akan menemui kejadian itu, aku tidak akan mengutusmu.”

“Namun,” lanjut sang ayah kepada putranya itu, “jika kelak menemui kejadian serupa, kumandangkanlah bacaan adzan sebagaimana adzan yang dikumandangkan saat masuk waktu shalat.”

Sang ayah menyampaikan demikian karena pernah mendengar riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau yang menjadi imam para Nabi dan Rasul ini pernah bersabda, “Jika adzan shalat dikumandangkan, setan akan melarikan diri dengan mengeluarkan kentut.”

Dari riwayat yang dikutip oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi ini, kita mengetahui bahwa suara tanpa rupa yang memanggil Suhail dan pembantu ayahnya merupakan satu di antara sekian banyaknya cara setan dalam menggoda manusia. Karenanya, Abu Shalih menyampaikan nasihat kepada buah hatinya agar mengumandangkan adzan saat menemui kejadian serupa, kelak di kemudian hari.

Yang penting kita ingat-ingat, jika suatu ketika mengalami kejadian serupa, jangan sekalipun meminta perlindungan atau permisi kepada jin yang disinyalir menempati lokasi tersebut. Akan tetapi, mintalah perlindungan kepada Allah Ta’ala sebagai sebaik-baik pelindung dan pembela.

Senantiasalah membaca ta’awwudz, menyebut nama-nama Allah Ta’ala yang agung, dan menggunakan kalimat-kalimat-Nya untuk berdzikir. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan amalan ini, dan jangan membiarkan hati serta pikiran kosong dari kalimat Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Sebab, jika hati luput dari dzikir dan bacaan al-Qur’an, maka setan akan bergegas memasuki untuk membisiki dan menggoda pemiliknya. Waspadalah. Jangan biarkan setan menguasai diri kita. Sebab, tiada yang didapat bagi siapa yang dikuasai setan kecuali derita dunia dan janji siksa di akhirat kelak.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...