Stres Berat? Inilah Saran KH M Arifin Ilham untuk Anda

Hakikatnya hidup adalah ujian. Seorang hamba tidak akan dibiarkan mengatakan telah beriman kepada Allah Ta’ala, kecuali akan diberikan ujian hidup. Ujian akan mengantarkan seorang hamba pada keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya.

- Advertisement -

Sayangnya, banyak yang tidak siap saat menghadapi ujian. Ketidaksiapan dalam menghadapi ujian ini sering mengantarkan seseorang pada stres. Ialah tertekannya jiwa sehingga berdampak pada kesehatan mental dan fisik yang muaranya keburukan.

Ketika Anda mengalami stres berat, ada saran bijak yang perlu dicoba. Saran ini disampaikan oleh Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham dalam Mutiara Hikmah Facebook 1 halaman 99.

“Cobalaha tafakur diri selesai shalat malam. Jangan terburu-buru berdiri, tetap duduk di atas sajadah, diiringi dengan istighfar (memohon ampun kepada Allah Ta’ala).” tulis Kiyai Arifin mengawali nasihatnya.

Hal ini sebagaimana diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat al-Hasyr [59] ayat 18.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Jika Anda rajin melakukan tafakkur, memikirkan kemahabesaran Allah Ta’ala yang terdapat di dalam diri sendiri dan alam semesta, maka ruhani akan tercerahkan, wawasan akan semakin terbuka. Betapa kita ini makhluk yang sangat lemah dan amat menghajatkan Allah Ta’ala. Sedangkan stres terjadi karena seorang hamba begitu mengandalkan kemampuan dirinya sendiri dan luput dari menggantungkan nasibnya kepada Allah Ta’ala. Alhasil, sekecil apa pun ujian yang dia terima selalu terasa berat nan menyesakkan dada.

- Advertisement -

Jika tafakkur sembari muhasabah sudah menjadi kebiasaan, maka orang tersebut akan sampai pada kondisi yang diterangkan oleh dai yang kerap mengenakan busana sunnah serbaputih ini, “Buahnya asyik memperbaiki diri, semangat beribadah dan beramal shalih, semakin zuhud dan istiqamah, senantiasa membaca hikmah dari semua kejadian, penyayang kepada keluarga dan sahabat, berbelas kasih kepada yang papa, suasana hati pun jadi indah.”

Sejatinya, kiat ini sederhana dan murah meria. Sayangnya, hal ini menjadi berat karena kebodohan diri dan keengganan yang senantiasa dituruti.

Semoga Allah Ta’ala kuatkan kita di jalan istiqamah dalam ibadah dan beramal shalih. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah di Balik Lahirnya Buku Cinta Sehidup Sesurga

Cinta Sehidup Sesurga adalah sebuah buku inspirasi merawat cinta. Banyak kiat-kiat di dalamnya yang jika dipraktikkan dalam pernikahan, insya Allah suami istri...

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...