Nasihat Mencerahkan Imam al-Ghazali tentang Penuntut Ilmu

Nasihat ini penting bagi seluruh kaum Muslimin yang diwajibkan kepadanya menuntut ilmu. Bukan hanya ilmu agama, tapi juga ilmu-ilmu umum yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sebab dengan ilmu, seseorang akan bisa meningkatkan kapasitas hingga dia bisa menjadi orang yang paling besar manfaatnya bagi sesama manusia.

- Advertisement -

Nasihat ini sangat urgen. Sebab menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat. Hendaknya nasihat yang termaktub dalam Bidayatul Hidayah ini dijadikan pedoman agar kita tidak terjerumus dalam duka dunia dan nestapa akhirat.

Imam al-Ghazali membagi penuntut ilmu menjadi tiga kelompok.

Golongan Pertama

Ialah mereka yang dijamin keselamatannya karena niat menuntut ilmu untuk menggapai kebahagiaan abadi di akhirat. Merekalah golongan yang niatnya lurus. Tidaklah mereka berlelah menuntut ilmu, kecuali mengharapkan ridha Allah Ta’ala, bukan untuk perkara duniawi yang amat sementara.

Golongan Kedua

Termasuk dalam golongan ini adalah penuntut ilmu yang bertujuan dunia. Mereka mendambakan kejayaan, kedudukan, dan harta benda.

Kepada mereka, Allah Ta’ala masih sediakan ruang untuk kebaikan. Jika meninggal dunia dalam keadaan bertaubat dan kembali kepada-Nya, mereka berhak mendapatkan bahagia di akhirat. Dan tatkala meninggal sebelum meminta ampun kepada-Nya, siksa-Nya yang pedih menanti.

Golongan Ketiga

Kelompok ini dikuasai oleh setan terlaknat. Tujuan dan ambisinya hanyalah perkara dunia. Mereka mencari kedudukan, mengejar harta, dan menumpuk berbagai jenis keperluan duniawi lainnya. Parahnya, mereka justru merasa menjadi orang baik. Tidak ada sedikit pun perasaan khawatir yang menyelubungi nuraninya.

- Advertisement -

“Ia termasuk orang yang binasa dan termasuk orang dungu yang tertipu.” tulis Imam al-Ghazali.

“Sebab,” pungkas sang imam, “tidak ada harapan baginya untuk bertaubat. Ia mengira bahwa dirinya termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Satu di antara ciri kelompok yang pasti celaka ini sebagaimana disebutkan dalam surat ash-Shaff [61] ayat 2 dan 3, “Wahai orang-orang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bagi mereka yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.”

Mari senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Jangan berlelah-lelah hanya karena ingin dipuji atau memenangkan perdebatan. Senantiasalah berharap dan bersungguh-sungguh agar ilmu yang didapatkan bisa menjadi sarana pemadam api neraka.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...