Miliki SIkap Ini, Anda Diharamkan dari Neraka

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Ialah mengubah dari akhlak buruk menjadi akhlak mulia. Ialah akhlak yang sesuai dengan ajaran al-Qur’an al-Karim dan as-Sunnah yang mulia.

- Advertisement -

Akhlak yang mulia bisa menjadi jaminan bagi seorang hamba untuk memasuki surga. Sebaliknya, akhlak buruk merupakan sebab-sebab utama dijebloskannya seorang hamba ke dalam siksa neraka yang menyala-nyala. Dan seburuk-buruk akhlak ialah berlaku syirik kepada Allah Ta’ala dan mendustakan ajaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Akhlak yang baik merupakan manisfestasi paling utama dari iman. Akhlak juga terlihat dari amal shalih. Iman dan amal shalih inilah yang disebutkan oleh al-Qur’an al-Karim sebagai jalan untuk mendapatkan surga dan ridha Allah Ta’ala.

Akhlak yang baik amat banyak jumlahnya. Secara umum, akhlak yang baik merupakan jaminan bagi seorang hamba untuk dimasukkan ke dalam surga. Bahkan dalam berbagai riwayat disebutkan, cukup dengan satu atau beberapa akhlak yang baik, maka seorang hamba berhak dimasukkan ke dalam surga. Neraka diharamkan baginya.

Salah satunya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi yang dikutip oleh Dr Ali Hasyimi dalam buku Membentuk Kepribadian Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan akhlak ini, seorang hamba diharamkan dari neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Apakah kalian ingin aku tunjukkan siapakah yang diharamkan dari neraka? Atau, siapakah diharamkan atasnya  api neraka?”

Nabi menjawab sendiri pertanyaannya dengan bertutur, “Api neraka dijauhkan atas orang yang sikapnya hangat, ringan, lembut, dan mudah.”

- Advertisement -

Lemah lembut. Tidak kasar. Bertutur dengan santun. Tidak meledak-ledak. Tidak mudah marah. Tidak gampang tersulut emosi.

Inilah akhlak yang disebutkan sebagai penakluk hati para objek dakwah. Inilah akhlak yang disebut sebagai pangkal kebaikan bagi banyak kebaikan lain.

Keluarga yang anggotanya mengamalkan akhlak ini, bagi mereka ketentraman, kenyamanan, sakinah, mawaddah, dan rahmah. Harmonis.

Sedangkan masyarakat yang berinteraksi dengan sikap ini, mereka mendapatkan jaminan kebahagiaan lantaran minimnya konflik yang terjadi.

Dan siapa pun yang tidak memiliki akhlak ini, baik individu, keluarga, atau masyarakat, bagi mereka kepedihan. Hidupnya tidak tenang. Mereka tak akan mungkin merasakan bahagia dan ketetangan.

- Advertisement -

Ya Allah, jadikan kami pribadi yang lembut dalam tutur dan tindakan. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku Membentuk Pribadi Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah tulisan Dr Ali Hasyimi bisa dipesan di 085691479667

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...