Dapati Hal Ini, Nabi Marah Besar dan Pidato dengan Suara Keras

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam adalah pribadi yang mulia. Akhlaknya penuh pesona. Dipuji oleh Allah Ta’ala di dalam al-Qur’an dan seluruh umat manusia, pun yang memusuhinya. Dialah manusia yang namanya harum dalam puja puji. Tiada satu pun perbutannya yang keliru sebab Allah Ta’ala menjaganya.

- Advertisement -

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam merupakan pribadi yang sangat santun. Beliau jarang sekali marah. Beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi. Beliau hanya marah ketika ada aturan Allah Ta’ala yang dilanggar.

Dalam episode kali ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam disebutkan marah besar, lalu berpidato dengan suara yang keras. Tentu, hal ini termasuk perkara besar meski banyak kaum Muslimin akhir zaman yang mengerjakannya.

Sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu bertutur sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani Rahimahullahu Ta’ala, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam tampak sekali emosi dan berpidato dengan suara keras hingga terdengar oleh para wanita dari tempatnya.”

“Wahai segenap orang yang beriman dengan lidahnya, tapi iman belum merasuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian menyakiti orang-orang beriman dan janganlah mencari-cari kesalahan mereka. Sesungguhnya siapa yang mencari-cari kesalahan saudaranya sesama Muslim, maka Allah Ta’ala akan merobek tabir yang menutupi aibnya. Siapa yang mencari-cari kesalahan saudaranya, maka Allah Ta’ala akan membongkar aibnya, bahkan di dalam rumahnya sendiri.”

Datangilah ke banyak forum di berbagai kesempatan. Bergabunglah dalam berbagai komunitas. Kita akan mendapati orang-orang yang membicarakan aib saudaranya dengan tanpa merasa bersalah. Bukan hanya membicarakan, mereka juga berupaya sekuat tenaga untuk mengulik sebanyak mungkin cela untuk diperbincangkan pada sesamanya.

Mereka tidak akan puas hingga mendapati keburukan yang banyak pada diri saudaranya. Mereka hanya akan berhenti ketika nyawa dicabut. Mereka akan senantiasa menjadikan hal itu sebagai kebiasaan hingga menjadi karakter yang sukar ditinggalkan.

- Advertisement -

Lihatlah, saksikanlah. Ini penyakit akut. Bahkan banyak kaum Muslimin yang terjangkiti. Padahal, Allah Ta’ala mengancam mereka. Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah besar lantaran tindakan mereka ini.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...