Kisah Khalifah Harun ar-Rasyid dan Segelas Harta

Sebanyak apa pun harta yang dimiliki, ada yang lebih utama; syukur. Harta hanyalah satu pelengkap dari sekian banyaknya komponen penyusun kebahagiaan. Bahkan, dalam banyak cerita, harta bisa menjadi sarana ketergelinciran sebab disikapi dengan kesombongan, penimbunan, dan bermewah-mewahan.

- Advertisement -

Hanya orang-orang terpilihlah yang dikaruniai harta, kemudian menggunakannya dengan amat baik sehingga menjadi sarana untuk mendapatkan nikmat yang lebih besar. Dalam sebuah episode hidupnya, ada kisah tentang Khalifah Harun ar-Rasyid yang kaya raya, tapi ia memahami bahwa nilai kekayaannya tak lebih dari segelas air yang diminum.

Dikisahkan beliau tengah menempuh perjalanan jauh dengan medan yang sukar dan panas nan menyengat. Dalam perjalanan itu, ikutlah salah satu penasihatnya yang bernama Ibnu as-Samak. Ialah orang shaleh yang bijak dalam menyikapi soalan hidup.

Sebab terik semakin menyengat, keringat makin bercucuran, kekuatan pun berkurang secara signifikan, maka Khalifah memerintahkan agar rombongan melakukan rehat sejenak. Dalam rehat itu, sang Khalifah memanggil Ibnu as-Samak.

“Berikan aku segelas air,” sang Khalifah memulai percakapan.

“Apakah Baginda mengetahui manfaatnya sehingga meminta segelas air untuk hilangkan dahaga?” tanya Ibnu as-Samak.

“Betul,” jawab sang Khalifah singkat.

- Advertisement -

Setelah minum, dan sejenak melepas lelah serta penat, Ibnu as-Samak menyampaikan sebuah tanya yang tak biasa, “Wahai Baginda,” ujarnya, “jika air yang barusan Baginda minum berada dalam perut selama beberapa hari dan tak bisa dikeluarkan, baik lewat keringat, atau buang hajat, apakah yang akan Baginda lakukan?”

“Tentu saja, aku akan berusaha untuk mengeluarkannya,” jawab sang Baginda.

“Meskipun untuk mengeluarkannya harus mengorbankan semua harta yang Baginda miliki?” lanjut Ibnu as-Samak.

“Iya,” pungkas sang Khalifah.

Kemudian, Ibnu as-Samak menyampaikan kesimpulan, “Jika demikian, berarti banyak dan melimpahnya harta Baginda tidak lebih berharga dari segelas air putih yang baru saja diminum.”

- Advertisement -

Dan, sang Khalifah pun mengangguk, lalu melanjutkan perjalanan.

Sahabat, ada harga yang amat mahal atas kesehatan yang Allah Ta’ala berikan. Bahkan, jika dikurskan dengan recehan rupiah, satu organ tubuh atau fasilitas yang kita dapatkan gratis dari Allah Ta’ala, nilainya bisa menyentuh angka ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Maka, mari mensyukuri setiap nikmat yang Allah Ta’ala berikan. Alhamdlillah… [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...