Kesaksian Mencengangkan Pakar Tafsir Dunia tentang Hasan al-Banna dan Ikhwanul Muslimin

Kepada Ustadz Abdul Halim Mahmud yang merupakan salah satu petinggi organisasi pergerakan Islam yang lahir di Mesir ini, Syeikh Tantawi Jauhari yang merupakan pakar tafsir dunia menyampaikan kesaksiannya, mengapa ia bersimpati dan bergabung dengan Hasan al-Banna dan Ikhwanul Muslimin untuk memperjuangkan tegaknya Islam di muka bumi.

- Advertisement -

Syeikh Tantawi merupakan ulama kenamaan yang masyhur di seantero dunia dan bermadzhab syafi’i. Sementara Hasan al-Banna hanya seorang pemuda, bahkan organisasi bentuknya dicurigai oleh berbagai kalangan yang merasa terganggu.

Tidak tanggung-tanggung, Syeikh Tantawi mendatangi Hasan al-Banna untuk melakukan klarifikasi. Beliau bertanya tentang manhaj dakwah Ikhwanul Muslimin. “Kemudian,” aku Syeikh Tantawi, “ia (Hasan al-Banna) menerangkan dakwahnya dan aku mendapati bahwa dakwahnya tidak keluar dari Kitab Allah Ta’ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.”

Setelah pertemuan itu, beliau dengan hati bersih dan pikiran yang benderang memutuskan untuk bergabung dengan jamaah Ikhwanul Muslimin.

Sebagai wujud hormat dan patuh kepada ulama’, Hasan al-Banna segera mendatangi Syeikh Tantawi untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan organisasi dakwahnya itu. “Wahai Ustadz, Engkaulah guru kami dan semua orang di Mesir ini. Engkaulah Hakimul Islam. Aku melihat, Engkau lebih berhak menduduki kepemimpinan di dalam dakwah ini. Ini tanganku. Aku siap berbai’at kepadamu.” ujar Hasan al-Banna, haru dan tulus.

“Tidak, wahai Shahib ad-Da’wah. Engkau lebih mampu dan lebih pantas untuk memikul beban dakwah ini. Ini tanganku (berbai’at kepadamu).” jawab Syeikh Tantawi, rendah hati.

Dalam perjalanan dakwah, lantaran kecerdasan dan kepakarannya, Syeikh Tantawi terpilih sebagai Pemimpin Redaksi dalam majalah milik organisasi Ikhwanul Muslimin. Rupanya, jabatan ini dijadikan cela oleh orang-orang yang tidak menyukai Ikhwanul Muslimin untuk menyerang beliau.

- Advertisement -

“Mengapa Anda mau bergabung dengan organisasi  yang didirikan oleh seorang anak muda dan hanya dijadikan sebagai Pemimpin Redaksi? Padahal, Anda merupakan ulama’ besar dan syeikh yang agung.” kata orang-orang, meremehkan.

Mendengar pertanyaan tersebut, Syeikh Tantawi hanya tersenyum dan menanggapi dengan  meyakinkan. “Jika Anda tahu dan kenal siapa Hasan al-Banna, pastilah Anda akan lebih dahulu bergabung dengan Ikhwanul Muslimin daripada saya. Sayangnya,” pungkas Syeikh yang mahir berbahasa Inggris dan menguasai banyak makna ayat tentang sains ini, “Anda tidak mengetahui siapa Hasan al-Banna.”

Demikian inilah di antara cermin agung dari sebuah peradaban. Orang-orang berilmu senantiasa sejuk, pun saat menjawab atau menghadapi kontroversi.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Sumber: Majalah Dakwah Islam Al-Intima’ Edisi 069

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...