Keluarga yang Paling Besar Jasanya dalam Hijrah

Inilah sekeluarga yang dijamin surga oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Inilah keluarga rabbani yang paling besar jasanya dalam peristiwa hijrah Nabi dari Makkah al-Mukarramah menuju Madinah al-Munawarah. Ayahnya, tiga anaknya, dan satu pelayannya, memiliki peran yang amat besar dalam hijrah yang mempertaruhkan seluruh jiwa dan hartanya di jalan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah mendapatkan izin untuk keluar menuju Madinah, beliau menceritakannya kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Abu Bakar yang merupakan orang terdekat Nabi pun bertanya, “Sungguh, ayah dan ibuku sebagai penebusmu. Apakah aku akan menemanimu?”

Jawab Nabi singkat, “Ya.”

Lelaki yang bernama asli Abu Quhafah ini pun mempersiapkan seluruh perbekalan hijrah dibantu tiga anaknya, ‘Aisyah, Asma’, dan ‘Abdullah. Tidak ketinggalan, Abu Bakar juga menyertakan satu pelayannya, ‘Amir bin Fuhairah, dalam peristiwa yang menjadi tonggak sejarah kemenangan Islam ini.

Dua anak perempuannya, Asma’ dan ‘Aisyah, bertugas sebagai penyedia seluruh perbekalan hijrah. “Kami sekeluarga,” tutur ‘Aisyah, “mempersiapkan seluruh perbekalan mereka berdua. Kami juga membuat makanan yang diletakkan di dalam wadah.”

“Aku,” tutur Asma’ binti Abu Bakar, “berkata kepada ayahku, ‘Aku tidak membawa sesuatu untuk mengikat (wadah) kecuali selendang di pinggangku ini.’”

Sang ayah yang tak lain adalah Abu Bakar pun memerintahkan kepada anaknya itu untuk memotong selendangnya menjadi dua bagian untuk mengikat wadah perbekalannya dan Rasulullah. Zubair bin Bakkar mengatakan, “Rasulullah mengatakan, ‘Semoga Allah mengganti selendangmu dengan dua selendang di surga.’”

- Advertisement -

Sementara itu, ‘Abdullah bin Abu Bakar berkumpul dengan kaum Quraisy di siang hari untuk mencuri dengar perbincangan mereka. Di malam harinya, ia menemui ayahnya yang menemani Nabi dalam persembunyiannya menuju Madinah. Lepas menceritakan seluruh informasi yang didapatkan, ‘Abdullah bergegas pulang kemudian ‘Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya untuk menghilangkan jejak ‘Abdullah bin Abu Bakar.

Selain itu, kambing yang digiring oleh ‘Amir bin Fuhairah juga diperas susunya untuk Nabi dan Abu Bakar ash-Shiddiq.

Inilah gambaran sekilas hijrah nan agung. Ianya sukses atas pertolongan Allah Ta’ala. Allah jualah yang memberikan karunia kepada Nabi hingga mengatur perjalanan ini dengan sangat teliti hingga terjalinlah kerjasama rabbani yang amat mengesankan guna kesuksesan dakwah. Hendaknya, kaum Muslimin mengambil pelajaran yang banyak dalam peristiwa ini. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...