Pernah Kenakan Pakaian Allah? Segera Lepaskan!

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Beliau memerintahkan manusia untuk menyembah Allah Ta’ala dan menghiasi diri orang-orang beriman dengan akhlak-akhlak yang menawan, penuh pesona.

- Advertisement -

Kaum Muslimin juga harus menjauhi akhlak-akhlak yang buruk, bahkan haram dikerjakan. Salah satunya adalah perbuatan yang disebutkan dalam sebuah hadits sebagai Pakaian Allah Ta’ala. Tentu, kita diharamkan mengenakannya. Mirisnya, banyak yang bangga mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Keagungan adalah Kain-Ku dan kesombongan adalah Pakaian-Ku. Siapa yang menyaingi Aku dalam salah satunya, Aku pasti akan menyiksanya.” Firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala.

Jangan sombong. Surga diharamkan bagi siapa pun yang berlaku sombong, meski kadarnya sekecil zarrah. Berhati-hatilah.

Siapa yang berlaku sombong, Allah Ta’ala akan marah besar kepadanya. Dan tiadalah kemarahan yang lebih pedih akibat siksanya, kecuali Kemarahan-Nya.

“Siapa yang menganggap dirinya besar, atau berjalan dengan angkuh, maka dia akan menjumpai Allah Ta’aa dalam keadaan marah besar kepadanya.” demikian ini merupakan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab al-Adabul Mufrad.

Bukan hanya itu, siksa lain tengah menunggu di neraka. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala, Allah Ta’ala tidak akan mengajak bicara, tidak akan memandang, dan tidak akan mengampuni tiga golongan. Ialah orang tua renta yang berzina, penguasa yang hobi berdusta, dan orang miskin yang bersikap sombong.

- Advertisement -

Sebagai penutup, mari lontarkan kalimat pertanyaan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini. Adalah sahabat mulia Haritsah bin Wahb Radhiyallahu ‘anhu mendengarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya, “Maukah kalian aku beritahu, siapakah penghuni neraka?”

Para sahabat diam. Tiada yang kuasa menjawab. Semuanya menunduk. Seluruhnya menantikan jawaban dari sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Semuanya harap-harap cemas, jangan-jangan mereka ada di dalam golongan itu.

Lalu terdengarlah sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertutur, “Ialah setiap orang yang keras kepala, angkuh, dan sombong.”

Ya Allah, jadikan kami hamba yang rendah hati, bukan tinggi hati. Ya Allah, hilangkan seluruh kesombongan di dalam hati kami. Sebab tak layak menyandang kesombongan, kecuali Engkau Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

*Beli Kitab Adabul Mufrad tulisan Imam al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala di 085691548528

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...