Inilah Balasan untuk Koruptor

Islam sangat melindungi hak pemeluknya. Baik terkait hak hidup, keamanan, perlindungan, harta, dan sebagainya. Bagi siapa yang melakukan korupsi terhadap hak yang seharusnya diberikan kepada orang lain, Allah Ta’ala akan memberikan balasan amat pedih atas perbuatan bejatnya ini.

- Advertisement -

Hal ini sebagaimana terjadi di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau mempekerjakan Ibnu al-Lutbiyah dari kabilah al-Azad sebagai salah satu petugas pemungut zakat. Bukannya melakukan tugas dengan amanah, ia mengambil yang bukan haknya dan memberikannya kepada orang yang tidak berhak menerimanya.

Ia mendatangi orang-orang yang berkewajiban memberikan zakat karena telah mencapai nishabnya, kemudian menghitungnya. Setelah itu, dia mengatakan, “Ini untuk Anda, dan ini yang dihadiahkan untukku.”

Artinya, dia mengambil dari harta zakat itu untuk keperluan dirinya dengan dalih hadiah. Padahal, tak ada sedikit pun hak baginya kecuali apa yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kelak.

Mengetahui hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam langsung naik ke atas mimbar seraya berkata, “Mengapa ia tidak duduk duduk saja di rumah bapak dan ibunya sambil menunggu apakah hadiah itu diberikan kepadanya atau tidak?”

“Demi Rabb yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah seseorang di antara kalian mengambilnya, melainkan akan datang dengan membawanya di atas pundaknya.”

Maknanya, “Jika yang dikorupsi adalah aspal, maka kelak kalian akan memanggul aspal di pundaknya. Jika yang kalian masukkan ke dalam rekening pribadi adalah dana jembatan, maka kelak di Hari Kiamat, kalian akan memanggul jembatan itu di pundak kalian, untuk dipertanggung jawabkan.” Dan seterusnya.

- Advertisement -

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam lanjutan riwayat ini, “Jika yang diambil berupa unta, maka unta itu akan mengeluarkan suaranya. Jika yang dipungut adalah sapi, maka sapi itu akan melenguh. Jika yang dibawa adalah kambing, maka kambing itu akan mengembik.”

Pungkas Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal sebagaimana hadits ini didengar pula oleh Abu Hamid, “Rasulullah pun mengangkat kedua tangannya hingga terlihat kedua ketiak beliau yang putih kulitnya seraya mengatakan, ‘Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan risalah ini.’”

Beliau yang mulia, mengucapkan kalimat terakhir itu sebanyak tiga kali.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari bersikap zhalim kepada sesama, mengurangi hak, mengambil yang bukan hak; sekecil apa pun kadarnya. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Allah Bersumpah dengan Kuda Perang di Surat Al Adiyat?

Di awal Surat Al Adiyat, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda perang yang berlari kencang. Rangkaian sumpah ini ada di...

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.